SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyelenggaraan International Conference on Smart Computing, Internet of Things, and Machine Learning (SIML) 2026. Mengusung tema “Human-Centered Intelligence: Bridging AI, Data, and Society”, konferensi internasional ini menjadi wadah kolaborasi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas perkembangan terkini di bidang kecerdasan buatan, komputasi cerdas, Internet of Things (IoT), dan ilmu data.
SIML 2026 diselenggarakan pada 10-11 Juni 2026 dengan dukungan penuh dari IEEE Indonesia Section. Sejumlah pakar internasional hadir sebagai pembicara utama, di antaranya Lukito Edi Nugroho dari Universitas Gadjah Mada, Raula Gaikovina Kula dari The University of Osaka Jepang, Gunawan Ariyanto dari UMS, dan Sheng-Lung Peng dari National Taipei University of Business Taiwan.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UMS sekaligus Ketua Pelaksana SIML 2026, Dr. Eng. Yusuf Sulistyo Nugroho, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa tema tahun ini mencerminkan pentingnya memastikan kemajuan teknologi tetap berorientasi pada kebutuhan manusia dan kemaslahatan sosial.
“Perkembangan teknologi tidak hanya berfokus pada algoritma dan sistem, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut memberikan dampak yang bermakna bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Pada penyelenggaraan tahun ini, SIML menerima 219 artikel ilmiah dari berbagai negara. Setelah melalui proses seleksi ketat, sebanyak 100 artikel dinyatakan diterima dan 119 artikel lainnya tidak lolos. Dengan tingkat penerimaan sekitar 46 persen, konferensi ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas akademik dan reputasi ilmiah.
Bidang Machine Learning menjadi topik yang paling banyak diminati dengan 149 artikel yang masuk, disusul oleh bidang Smart Computing dan Internet of Things. Menurut Yusuf, tingginya minat terhadap teknologi berbasis kecerdasan buatan menunjukkan semakin pentingnya peran AI dan teknologi berbasis data dalam menjawab tantangan global.
SIML 2026 juga mencatat partisipasi internasional yang kuat. Penulis artikel yang masuk berasal dari 11 negara, sementara komite program dan reviewer melibatkan pakar dari 18 negara. Sekitar 200 reviewer terlibat dalam proses double-blind peer review menggunakan platform EDAS, dengan setiap artikel ditinjau oleh minimal tiga reviewer independen.
Selain sesi utama, peserta mengikuti presentasi 100 artikel yang dibagi ke dalam tiga ruang paralel luring dan enam ruang paralel daring. Berbagai penghargaan turut diberikan, mulai dari Best Paper Award, Best Student Paper Award, hingga Best Presenter Award pada setiap sesi paralel.
Pada kesempatan yang sama, UMS juga memperkenalkan ajang baru bertajuk Student Poster and Article Research Competition (SPARK) 2026. Kompetisi internasional yang pertama kali diselenggarakan sebagai acara pendamping SIML tersebut mengusung tema “Technology Innovation for Sustainable Communities and Communications”.
SPARK 2026 berhasil menarik 65 karya dari 13 institusi yang berasal dari empat negara. Kompetisi ini terbagi dalam kategori Technological and Digital Innovation serta Communication Media and Digital Society, yang memberikan ruang bagi mahasiswa lintas disiplin ilmu untuk menampilkan hasil riset dan inovasi mereka.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan teknologi harus tetap sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, etika, keberlanjutan, dan kesejahteraan sosial.
“Kita sedang menyaksikan perkembangan luar biasa dalam kecerdasan buatan dan teknologi berbasis data. Namun, kemajuan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, UMS memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga memastikan inovasi tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup, memperluas inklusi sosial, dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat global.
Harun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara utama, panitia, reviewer, mitra internasional, serta peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan SIML dan SPARK 2026.
“Semoga konferensi ini menjadi ruang yang bermakna untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring global. Saya berharap kegiatan ini membawa tiga kata kunci bagi semua peserta, yaitu meaningful, enjoyable, dan impactful,” tutupnya. (*)

