SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta merasakan langsung pengalaman kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Melalui program Sit In University, para siswa diajak mengenal suasana perkuliahan, berinteraksi dengan dosen, hingga mengeksplorasi program studi sesuai minat dan potensi mereka.
Program yang berlangsung pada 5–16 Oktober 2026 di lingkungan FEB UMS, Sukoharjo, ini menjadi jembatan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Kegiatan tersebut sekaligus membantu siswa mempersiapkan diri menentukan pilihan studi lanjutan secara lebih terarah.
Wakil Dekan I FEB UMS, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M., CMA, mengatakan, Sit In University memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh gambaran nyata mengenai iklim akademik dan budaya belajar di perguruan tinggi.
“Kami berharap kegiatan Sit In University ini dapat mengenalkan secara langsung iklim universitas kepada para siswa. Melalui pengalaman mengikuti proses pembelajaran di lingkungan kampus, siswa diharapkan memperoleh gambaran yang lebih nyata serta dapat merasakan kultur pembelajaran mahasiswa pada program studi yang telah mereka pilih sesuai dengan minat masing-masing,” ungkap Aflit saat diwawancarai pada Rabu (21/10/2026).
Siswa Menjajal Empat Program Studi FEB UMS
Dalam program tersebut, 23 siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di empat program studi FEB UMS, yakni Akuntansi, Bisnis Digital, Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen.
Penempatan peserta dilakukan berdasarkan minat yang dihimpun melalui angket penjurusan serta konsultasi bersama orang tua. Dengan pendekatan ini, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang sesuai dengan ketertarikan sekaligus rencana pendidikan mereka setelah lulus SMA.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta berkesempatan mengikuti proses pembelajaran bersama dosen, mempelajari materi akademik sesuai bidang keilmuan, serta mengenal bentuk penugasan yang biasa dikerjakan mahasiswa.
Mereka juga diperkenalkan dengan fasilitas pembelajaran dan kegiatan praktikum di lingkungan FEB UMS. Pengalaman tersebut memberikan gambaran lebih menyeluruh tentang aktivitas akademik di perguruan tinggi, termasuk perbedaan pola belajar antara jenjang sekolah menengah dan universitas.
Tidak hanya mengikuti kegiatan perkuliahan, siswa juga diperkenalkan dengan kehidupan kemahasiswaan melalui pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan himpunan mahasiswa di lingkungan program studi.
Melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami bahwa kehidupan kampus tidak hanya berpusat pada pembelajaran di kelas. Perguruan tinggi juga menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan berorganisasi.
Bekal Menentukan Jurusan dan Karier Masa Depan
Aflit menjelaskan, pengenalan dunia perkuliahan sejak sekolah menengah penting untuk membantu siswa beradaptasi dengan karakteristik pendidikan tinggi.
Menurutnya, pembelajaran di universitas menuntut kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, serta partisipasi aktif dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas akademik.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan dosen, mahasiswa, dan lingkungan akademik diharapkan dapat membantu siswa mengenali bidang keilmuan yang sesuai dengan minat mereka. Pemahaman tersebut juga dapat menjadi pertimbangan dalam menghubungkan pilihan program studi dengan rencana karier pada masa depan.
Program Sit In University merupakan bagian dari kegiatan pendidikan SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Tahun Ajaran 2026/2027. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah dalam menghadirkan pengalaman belajar yang mendukung pengembangan potensi siswa.
Melalui program tersebut, FEB UMS berharap para peserta semakin memahami kehidupan perkuliahan, lebih percaya diri dalam merencanakan pendidikan lanjutan, serta termotivasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Pengalaman belajar secara langsung di kampus diharapkan menjadi langkah awal bagi siswa untuk menentukan pilihan pendidikan secara matang dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di jenjang berikutnya. (*)

