25.6 C
Jakarta

42 Jemaah Umrah Tertahan akibat Kebijakan Lokcdown Saudi Terkait COVID-19

Must read

Pilkada dan Covid-19

Hidup dan sehat adalah dua karunia Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara. Oleh karena itu apapun yang akan kita lakukan harus ditakar dan ditimbang...

Prof. Musa: Perguruan Tinggi Dapat Membantu Digitalisasi UMKM

JAKARTA, MENARA62.COM- Di masa pandemi Covid-19, digitalisasi menjadi solusi paling tepat untuk mengembangkan UMKM. Karena itu, perlu didorong pelaku UMKM untuk segera beradaptasi dengan...

Nadiem Pastikan Penyederhanaan Kurikulum Tak akan Memberangus Pendidikan Sejarah

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan bahwa penyederhanaan kurikulum tidak akan memberangus pelajaran sejarah dari kurikulum nasional. Tetapi sebaliknya,...

Gelar Rapat di Surabaya, Menhub Instruksikan Jajarannya Perketat Penerapan Protokol Kesehatan

SURABAYA, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan stakeholder transportasi di Kota Surabaya untuk tetap melayani...

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 42 jemaah umrah Indonesia tertahan  di Arab Saudi akibat kebijakan lockdown yang ditempuh kerajaan Saudi sebagai antisipasi COVID-19 sejak 15 Maret 2020. Dari jumlah tersebut 39 jemaah ke Saudi dengan visa umrah, dan tiga lainnya dengan visa ziarah.

Keberangkatan mereka ke Arab Saudi difasilitasi oleh 11 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU. Pemerintah Saudi siap memulangkan dengan syarat jemaah segera melapor.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta PPIU untuk melaporkan jemaahnya melalui sistem yang disediakan oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Saya sudah minta ke PPIU untuk segera melaporkan jemaah yang masih di Arab Saudi agar diproses pemulangannya,” tegas  Arfi Hatim di Jakarta, dalam siaran persnya, Kamis (26/03).

Secara terpisah, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sudah menyampaikan kesiapannya untuk memfasilitasi kepulangan jemaah umrah pasca penutupan penerbangan internasional. Namun, fasilitas itu hanya diberikan bagi jemaah umrah yang masuk Arab Saudi pada periode umrah 1441H.

Menurut Endang Jumali, untuk mendapat fasilitas tersebut, jemaah umrah yang masuk pada periode umrah 1441H harus segera lapor melalui situs https://eservices.haj.gov.sa. Setelah membuka situs tersebut, pilih tab “Overstayed registrations for Mutamers season 1441 H”. Selanjutnya, jemaah isi kolom kewarganegaraan, nomor paspor, kota keberangkatan (Jeddah/Madinah), serta nomor HP lokal di Arab Saudi.

“Ini harus segera dilakukan karena batas waktunya hanya sampai 28 Maret 2020 atau dua hari ke depan. Fasilitas ini hanya berlaku bagi WNI dengan visa umrah, tidak termasuk visa ziarah dan visa turis,” jelasnya.

Dijelaskan Endang, Kerajaan Arab Saudi akan menyediakan pesawat penerbangan ke Indonesia dan pembebasan denda keimigrasian untuk jemaah yang telah melakukan registrasi. “Kapan mereka pulang, info seputar waktu dan jadwal penerbangannya akan disampaikan ke nomor HP yang didaftarkan,” tuturnya.

“PPIU sudah kami minta untuk segera memfasilitasi pendaftaran jemaahnya,” lanjutnya.

Endang menambahkan bahwa jemaah umrah Indonesia yang masih di Saudi saat ini ditempatkan di sejumlah hotel oleh PPIU yang memberangkatkan. Secara umum kondisinya baik meski mereka berharap bisa segera pulang.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Pilkada dan Covid-19

Hidup dan sehat adalah dua karunia Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara. Oleh karena itu apapun yang akan kita lakukan harus ditakar dan ditimbang...

Prof. Musa: Perguruan Tinggi Dapat Membantu Digitalisasi UMKM

JAKARTA, MENARA62.COM- Di masa pandemi Covid-19, digitalisasi menjadi solusi paling tepat untuk mengembangkan UMKM. Karena itu, perlu didorong pelaku UMKM untuk segera beradaptasi dengan...

Nadiem Pastikan Penyederhanaan Kurikulum Tak akan Memberangus Pendidikan Sejarah

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan bahwa penyederhanaan kurikulum tidak akan memberangus pelajaran sejarah dari kurikulum nasional. Tetapi sebaliknya,...

Gelar Rapat di Surabaya, Menhub Instruksikan Jajarannya Perketat Penerapan Protokol Kesehatan

SURABAYA, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan stakeholder transportasi di Kota Surabaya untuk tetap melayani...

Indonesia Siap Ekspor PLTS 200MWp di Afrika

BANDUNG, MENARA62.COM -- Sinergi BUMN antara PT Len Industri (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), serta serta PT INKA (Persero) telah menandatangani kontrak kerja dengan...