BANDUNG, MENARA62.COM – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat menggelar kegiatan Pengajian I’tikaf Ramadhan Berkemajuan dengan tema “Refleksi Ramadhan dalam Bermuhammadiyah di Jawa Barat” pada tanggal 30-31 Maret 2024. Kegiatan yang diselenggarakan di komplek masjid Raya Mujahidin ini, dihadiri oleh seluruh anggota pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, pimpinan Majelis, Lembaga dan Organisasi Otonom, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, serta utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Barat. Total jumlah peserta yang mengikuti Pengajian Iātikaf Ramadhan ini sekitar 190 orang. Semua peserta mengikuti kegiatan ini secara khusyuk dan dengan motivasi yang tinggi.
Pengajian Iātikaf Ramadhan ini dimulai pada hari Sabtu pagi. Di dalam sambutannya, Dr. Ayi Yunus Rusyana, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, sekaligus sebagai ketua panitia Steering Commite (SC), menyampaikan pentingnya acara ini untuk memperkuat silaturahmi, silatulfikri dan konsolidasi organisasi di tengah-tengah sambil menginternalisasi nilai-nilai spiritualitas Ramadhan. āIātikaf tidak mesti hanya diam dan membaca al-Qurāan di Masjid, tapi lebih diperkuat dengan kajian-kajian terintegrasi antara nilai-nilai spiritualitas Ramadhan di dalam al-Qurāan dan al-Sunnah dengan isu-isu krusial di dalam majelis, lembaga dan ortom persyarikatan. Itulah sesungguhnya yang dimaksud dengan tadarus al-Qurāāan,ā ucap Ayi Yunus.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. Dr. KH. Ahmad Dahlan, M.Ag, menegaskan bahwa adanya kegiatan ini membawa tema besar untuk merefleksikan Kembali visi dan misi Muhammadiyah Jawa Barat dalam konteks Ke-Islam-an dan kebangsaan. āKita perlu memahami dan menimpelementasikan visi besar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah periode ini yaitu bermarwah, berkemajuan dan berkepastian masa depan, sehingga dikaji dari perspektif filosofi keagamaan dan kebangsaan dan diturunkan kedalam isu-isu strategis yang akan dikerjakan oleh semua majelis, lembaga dan ortom di tingkat Jawa Barat, serta oleh semua Pimpinan Daerah Muhammadiyah,ā tegas Ahmad Dahlan.
Kegiatan yang dilaksanakan sangat padat dan sampai larut malam, serta dilanjutkan baāda Shubuh sampai siang hari, peserta secara istiqamah dapat menyimak berbagai materi penting yang disampaikan oleh para narasumber. Materi ke-1: āBulan Ramadhan dan Peneguhan Visi Organisasi yang Bermarwah, Berkemajuan dan Berorientasi pada Kepastian Masa Depanā disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag., Dr. Iu Rusliana, M.Si. dan Acep Muharrom T. Syamsudin, S.H. Materi ke-2: āMuhammadiyah dan Tantangan Modernitas: Digitalisasi, E-Commerce, Media Sosial dan Pengembangan Industri Halalā disampaikan oleh Prof Dr. Wahyu Srigutomo, M.Si., Prof. Dr. Yadi Janwari, M.A. dan Dr. Muhammad Hasanudin. Materi ke-3: āKalender Hijriah Global: Tantangan dan Strategi Implementasiā disampaikan oleh Dr. Sofian El Hakim dan Dr. Pranoto. Materi ke-4: āTeladan dan Spiritualitas KH Ahmad Dahlanā disampaikan oleh Ir. Munichi, Dr. Dadang Syaripudin, Drs. Dikdik Dahlan Lukman, M.Hum., dan H. Suhada. Materi ke-5: āKajian Fikih Zakat dan Wakaf Kontemporerā disampaikan oleh Dr. Ayi Yunus Rusyana, M.Ag., Dr. Zaini Abdul Malik, M.Ag., Muh. Ramdan Widi Irfan, M.M., dan Chafid Seffriyadi, M.Pd. Materi ke-6: āNilai-nilai Ibadah Shaum dan program Penguatan Keluarga Tangguh, Program Ramah Lansia, Perempuan Berkemajuan dan Perlindungan Anakā disampaikan oleh Prof. Dr. Mahmud Syafei dan Dra. Ia Kurniati, M.Pd. Materi ke-7: āMuhammadiyah, Penguatan Cabang dan Ranting, Pemberdayaan Masyarakat, Penanganan Bencana dan Isu-Isu Lingkungan Hidupā disampaikan oleh Jamjam Erawan, M.AP., Usep Sudrajat, S.H., M.H., dan Dr. Ace Somantri.
Kegiatan Pengajian Iātikaf Ramadhan ini ditutup pada hari Ahad 31 Maret 2024, pukul 11.30. Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan menyampaikan pesan di dalam sambutannya supaya semua aktivis persyarikatan di Jawa Barat dapat mengimplementasikan semua ilmu dan wawasan yang diperoleh selama ikut kegiatan ini. āTentunya dilandasi dengan ghirah dan spiritualitas Ramadhan yang dapat dirasakan oleh kita semua,ā pungkas Ahmad Dahlan. (*)

