SOLO, MENARA62.COM – Stadion Sriwedari menjadi arena pencarian bibit atlet muda Kota Surakarta melalui kegiatan Athletics for Students Kota Surakarta Tahun 2026, Kamis–Jumat (5–6/11/2026). Ajang olahraga yang melibatkan pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) ini menjadi langkah strategis untuk menjaring potensi atlet sekaligus memperkuat pembinaan atletik sejak usia dini.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Surakarta bekerja sama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Surakarta tersebut mempertandingkan lima kategori, yakni lari, estafet, lempar medicine ball, lompat jauh, dan tolak peluru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P., mengatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar menjadi ajang kompetisi antarpelajar, melainkan juga sebagai pintu masuk pembinaan atlet potensial secara berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi dengan PASI menjadi bagian penting dalam menyiapkan sekaligus melaksanakan kompetisi atletik yang terarah bagi pelajar SD dan SMP.
“Harapannya, kegiatan ini bisa memunculkan bibit-bibit baru dan potensi atlet yang nantinya dapat ditindaklanjuti melalui program pelatihan. Dengan begitu, kemampuan dan kapasitas mereka bisa berkembang untuk mencapai prestasi yang lebih maksimal,” ujarnya.
Dwi menambahkan, potensi yang ditemukan selama kompetisi akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui program pembinaan bersama organisasi olahraga terkait. Dalam hal ini, dukungan Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pembinaan.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti kompetisi. Menurutnya, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenali sekaligus mengembangkan kemampuan olahraga yang mereka miliki.
Sementara itu, perwakilan Dispora Kota Surakarta, Sugeng, menyambut positif penyelenggaraan Athletics for Students 2026. Ia menilai atletik merupakan cabang olahraga dasar yang memiliki peran penting dalam pengembangan prestasi olahraga.
Sugeng menjelaskan, Dispora memiliki Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang dapat menjadi salah satu jalur pembinaan bagi atlet muda potensial. Peserta yang menunjukkan kemampuan menonjol, khususnya siswa kelas VI SD yang akan melanjutkan pendidikan, berpeluang diarahkan untuk mengikuti pembinaan lebih lanjut.
“Talenta-talenta terbaik nantinya bisa kita saring dan salurkan ke SKO. Kami berharap dari kegiatan ini muncul atlet-atlet muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan,” katanya.
Ia mencontohkan keberhasilan Safa, atlet asal Solo yang merupakan binaan SKO dan berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Prestasi tersebut, menurut Sugeng, menjadi bukti bahwa pembinaan sejak usia muda dapat membuka jalan bagi lahirnya atlet berprestasi.
“Sprinter Jawa Tengah sekaligus Indonesia yang meraih medali emas PON kemarin, Safa, berasal dari Solo dan merupakan anak SKO. Harapannya, dari kegiatan hari ini akan muncul Safa-Safa baru untuk atletik Kota Solo,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan perwakilan KONI Surakarta, DR Singgih Hendarto, M.Pd. Ia memandang kompetisi tersebut sebagai momentum penting untuk menggali potensi atlet sejak usia sekolah dasar.
Singgih menyoroti keterlibatan peserta dari berbagai tingkat kelas, mulai kelas I, II, IV, hingga V SD. Menurutnya, usia muda merupakan fase penting untuk mengenali bakat dan membangun fondasi prestasi olahraga.
“Ini merupakan potensi yang harus digali di Kota Solo. Harapannya, melalui kegiatan atletik ini, Kota Solo bisa menjadi barometer pengembangan atletik, baik di Jawa Tengah maupun tingkat nasional,” ujarnya.
Melalui Athletics for Students 2026, Kota Surakarta berupaya membangun ekosistem pembinaan atletik yang dimulai dari lingkungan sekolah. Sinergi antara Dinas Pendidikan, PASI, Dispora, dan KONI diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan perlombaan, tetapi berlanjut pada proses identifikasi bakat, pelatihan, dan pembinaan prestasi secara terstruktur.
Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal atletik, mengasah kemampuan, serta membuka peluang menjadi atlet masa depan yang mampu mengharumkan nama Kota Surakarta di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (*)


