24 C
Jakarta

Ahmad Syauqi Soeratno, Muhammadiyah Sleman Expo Wujud Syiar Kemajuan

Baca Juga:

SLEMAN. MENARA62.COM
Tokoh nasional sekaligus aktivis Muhammadiyah, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., anggota DPD RI menghadiri perhelatan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar di Atrium Rama, Sleman City Hall (SCH). Kehadiran Syauqi tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memberikan pesan mendalam mengenai posisi strategis Muhammadiyah di ruang publik dan pentingnya keberlanjutan amal usaha.
Dalam testimoninya di hadapan ribuan pengunjung, Syauqi Soeratno menekankan bahwa “Expo” bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah bentuk “eksposisi” atau upaya menampilkan posisi Muhammadiyah kepada dunia luar.
Menurut Syauqi, MSE menjadi wadah bagi sekolah-sekolah, amal usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai. Ia menegaskan bahwa menampilkan kemajuan ini adalah bagian dari syiar Islam yang berkemajuan.
“Ekspo ini menampilkan posisi kita (Muhammadiyah) ke eksternal. Ini penting untuk syiar, bukan untuk ria atau sombong. Syiar itu maknanya empat: dakwah, berbagi ilmu, berbagi jejaring, dan berbagi manfaat,” ujar Syauqi. Ia merasa bangga melihat Sleman City Hall seolah-olah menjadi “milik” Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman selama kegiatan berlangsung.
Selain mengapresiasi pameran, Syauqi juga mengajak warga Muhammadiyah yang hadir untuk berpartisipasi dalam agenda besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, yakni pembangunan gedung kantor PDM yang baru. Ia mengemas ajakannya dengan gaya yang relevan bagi pengunjung mal.
“Bagi Bapak Ibu yang rajin ke mal, itu baik-baik saja. Tapi pastikan investasi akhirat tetap jalan. PDM Sleman sedang memiliki program pengadaan tanah untuk gedung kantor. Jika belanja di mal dapat diskon, sisihkan diskonnya untuk investasi tanah ini. Satu meter hanya Rp750.000,” ajaknya .Ia menyebut partisipasi ini sebagai investasi yang tidak akan lekang oleh waktu karena akan terus bermanfaat bagi persyarikatan.
Syauqi juga menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam membantu akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan wali murid di area parkir yang berterima kasih karena anak mereka mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah saat ini proaktif mengawal program beasiswa dari pemerintah, seperti PIP untuk siswa sekolah dan KIP Kuliah untuk mahasiswa. “Bersyukurlah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Kita punya petugas yang bertugas mencari informasi beasiswa agar biaya pendidikan tidak lagi menjadi beban berat bagi orang tua,” ungkapnya .
Suasana formal berubah menjadi hangat dan haru ketika panitia memberikan kejutan ulang tahun kepada Syauqi Soeratno yang genap berusia 55 tahun tepat pada hari tersebut. Diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” dari grup band Jamrud, Syauqi menerima simbolis hadiah berupa senjata tradisional sebagai kiasan untuk terus berjuang dalam dakwah dan menyampaikan aspirasi masyarakat .
“Saya tidak menyangka sama sekali. Terima kasih atas doanya. Semoga kita semua, khususnya warga Sleman, selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutur Syauqi.
Kehadiran Syauqi Soeratno di MSE #1 mempertegas pesan bahwa Muhammadiyah harus terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan umat.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!