30 C
Jakarta

Dosen UM Bandung: Merawat Alam Bagian dari Ibadah

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM — Dosen prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung Arina Shabrina menegaskan bahwa merawat lingkungan hidup merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, kata Arina, termasuk bencana ekologis, tidak dapat dilepaskan dari perilaku manusia yang kurang ramah terhadap alam.

 

“Banyak persoalan lingkungan muncul karena manusia tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai penjaga bumi. Kerusakan lingkungan yang kita saksikan saat ini sesungguhnya sangat berkaitan dengan perilaku manusia. Ketika manusia tidak menjalankan amanahnya dengan baik, maka keseimbangan alam pun akan terganggu,” ujar Arina seperti dikutip dari program Gerakan Subuh Mengaji Aisyiyah Jawa Barat pada Selasa (10/03/2026).

 

Dia menambahkan bahwa dalam perspektif Islam, manusia diberikan amanah sebagai khalifah di bumi. Amanah tersebut mengandung makna bahwa manusia di dunia ini tidak hanya pemimpin. Namun, penjaga yang bertugas merawat dan memelihara bumi beserta seluruh makhluk yang hidup di dalamnya.

 

“Sebagai khalifah, manusia tidak boleh memandang alam sebagai objek yang bisa dieksploitasi sesuka hati. Kita justru memiliki tanggung jawab untuk menjaga hak-hak makhluk lain, baik hewan, tumbuhan, maupun sumber daya alam,” jelasnya.

 

Arina juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah memberikan landasan teologis yang kuat terkait tanggung jawab manusia terhadap alam. Prinsip keseimbangan atau mizan menjadi dasar penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan, sehingga manusia tidak diperkenankan merusak tatanan alam yang telah Allah ciptakan dengan penuh harmoni.

 

“Islam mengajarkan prinsip mizan atau keseimbangan. Artinya, manusia harus menjaga harmoni antara kebutuhan hidup dan kelestarian alam agar kehidupan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Arina turut mengangkat teladan Rasulullah SAW dalam menjaga lingkungan, seperti menghemat penggunaan air saat berwudu dan tidak membuang-buang makanan. Dia menegaskan bahwa perilaku tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian dari ajaran Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW.

 

“Rasulullah SAW memberikan contoh yang sangat jelas, bahkan ketika berwudu beliau tetap menghemat air. Ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial, tetapi bagian dari nilai keimanan dan ibadah seorang muslim,” pungkasnya.

 

Tambahan informasi, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung saat ini telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program strata satu (S1), strata dua (S2), hingga program profesi apoteker.

 

Kampus yang telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT ini berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752 Kota Bandung. UM Bandung memiliki lima fakultas dengan total dua puluh program studi yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik dan profesionalnya. (FA)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!