SRAGEN, MENARA62.COM – Semangat membangun kemandirian ekonomi keluarga berbasis teknologi mengemuka dalam kegiatan Kajian Buka Bersama bertajuk “Momen Ramadan: Kuatkan Ekonomi Keluarga dalam Bidang Technopreneurship”. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Ruang Meeting Rumah Komunitas Bank Syariah Sragen, Selasa (10/3/2026), dengan dihadiri sekitar 150 jamaah dari berbagai unsur masyarakat.
Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog strategis bagi masyarakat untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui inovasi teknologi, kewirausahaan, serta kolaborasi antar-lembaga.
Direktur Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Ir. Suranto, ST., MM., MSi., dalam pemaparannya menekankan pentingnya technopreneurship sebagai motor penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, technopreneurship tidak sekadar memanfaatkan teknologi, tetapi juga menuntut keberanian berinovasi dan kemampuan mengelola potensi lokal menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
“Technopreneurship adalah kombinasi antara kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi untuk membangun ekosistem usaha keluarga yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Suranto.
Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Sragen H. Sigit Pamungkas, S.IP., M.A., bersama Wakil Bupati H. Suroto yang memberikan dukungan terhadap pengembangan technopreneurship di Kabupaten Sragen.
Dalam sambutannya, Bupati berharap gagasan yang muncul dalam forum tersebut dapat diwujudkan dalam langkah konkret melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, tokoh masyarakat, hingga komunitas masjid.
Ia mencontohkan, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat.
“Pemberdayaan bisa dimulai dari masjid. Dengan semangat gotong royong, masyarakat dapat memperkuat modal usaha, meningkatkan keterampilan, membuka akses pasar, hingga memperluas distribusi produk,” kata Sigit.
Direktur Bank Syariah Sragen Fachrudin, S.Si., M.Dev., selaku tuan rumah kegiatan, turut mengundang berbagai unsur masyarakat, di antaranya perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sragen, takmir Masjid Al Falah Sragen, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen tersebut dinilai memperkuat sinergi dalam membangun ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PT BPRS Sukowati Sragen menegaskan bahwa era ekonomi digital membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang melalui technopreneurship.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Suranto juga menegaskan bahwa pengembangan technopreneurship perlu dilakukan melalui pendekatan pendampingan yang komprehensif, mulai dari pemetaan potensi kearifan lokal, penguatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi permodalan, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi.
Pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir ini diyakini mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, menekan angka pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (*)
