30 C
Jakarta

84 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Live In Kampung Ramadan

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – Sebanyak 84 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Kampung Ramadan dengan konsep live in atau tinggal bersama warga di Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Rabu–Jumat (11–13/3/2026).

Program tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran empati, kepedulian sosial, serta kemandirian bagi para murid melalui pengalaman hidup langsung bersama masyarakat desa selama bulan Ramadan.

Kepala sekolah, Nursalam, menjelaskan bahwa Kampung Ramadan bukan sekadar kegiatan kunjungan, tetapi menjadi ruang pembelajaran sosial bagi para murid.

“Program ini kami harapkan menjadi laboratorium sosial bagi murid. Mereka tidak hanya memperkuat keimanan dan ketakwaan, tetapi juga belajar memahami realitas sosial serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan prosesi penyerahan murid kepada 14 orang tua asuh di Desa Catur. Para murid dibagi ke dalam 14 kelompok, terdiri atas tujuh kelompok putra dan tujuh kelompok putri. Prosesi tersebut turut didampingi Kepala Desa Catur, Marjan.

Pada hari pertama, para murid mengikuti room tour di rumah orang tua asuh masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, mereka turut merasakan kehidupan masyarakat pedesaan, mulai dari membantu aktivitas harian keluarga asuh, mengikuti kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga melaksanakan salat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an berjemaah di masjid desa.

Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan aktivitas kreativitas ekonomi berupa lomba merangkai parsel yang dipandu Paguyuban Orang Tua Murid kelas V. Selain itu, para murid juga mengikuti kegiatan literasi dakwah melalui lomba kultum serta praktik pengelolaan zakat fitri.

Puncak kegiatan Kampung Ramadan digelar pada hari ketiga melalui bakti sosial untuk warga desa. Kegiatan tersebut meliputi bazar barang layak pakai, pembagian paket sembako gratis, serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

Suasana semakin meriah saat penutupan kegiatan diwarnai penampilan seni dari sejumlah murid kelas V.

Salah satu orang tua asuh, Siswanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut di Desa Catur.

“Kegiatan ini memberi warna baru bagi desa kami. Program ini sangat menginspirasi dan mempererat silaturahmi antara sekolah dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta, Nadia Mirza Putri Hutama, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Tidak hanya memperkuat nilai keislaman, kami juga melihat langsung kehidupan masyarakat desa. Ketulusan dan keikhlasan mereka membuat saya semakin bersyukur atas rezeki yang Allah berikan,” ujarnya.

Melalui Kampung Ramadan ini, sekolah berharap dapat menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini sehingga lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan karakter kemanusiaan yang kuat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!