SOLO, MENARA62.COM – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta ums.ac.id (UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan desain grafis yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas mahasiswa diera digital. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Ma’had Abu Bakar UMS dengan diikuti oleh pengurus HMP IQT yang antusias.
Dalam sambutannya, Atha Dzaky Ismail selaku ketua panitia menyampaikan bahwa desain grafis saat ini bukan lagi bidang yang eksklusif dan hanya dapat dikuasai oleh kalangan profesional.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka peluang luas bagi siapa saja untuk mempelajari desain sebagai keterampilan baru yang bermanfaat. Ia menekankan bahwa pelatihan ini dapat menjadi langkah awal maupun langkah lanjutan bagi pengurus HMP IQT itu sendiri dalam mengembangkan potensi diri.
“Siapa tahu, dengan mengikuti pelatihan ini bisa menjadi awal perjalanan menuju kesuksesan di masa depan,” ungkapnya, Rabu (22/4).
Selanjutnya, Sholikhatun Khonitah selaku Bendahara Umum HMP IQT, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis desain, tetapi juga pada kemampuan peserta dalam menyampaikan makna dan pesan di balik sebuah karya.
“Melalui acara ini diharapkan peserta tidak hanya memahami teknik desain, tetapi juga mampu mengasah kreativitas serta memperluas wawasan dalam bidang desain grafis. Saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk berkembang,” ujarnya.
Dalam pemaparan materinya, Calvin Izumi, A.Md., menekankan bahwa desain grafis merupakan komunikasi visual yang menyampaikan pesan melalui gambar, termasuk teks sebagai bagian visual.
Peserta dikenalkan pada elemen dasar seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur, serta prinsip desain meliputi keseimbangan, kontras, hirarki, dan proporsi. Selain itu, dibahas pula pentingnya tipografi dan pemilihan warna yang mempengaruhi emosi audiens. Dalam prosesnya, desain diawali dari memahami kebutuhan (brief), pengembangan konsep, hingga finalisasi
Selanjutnya, Izumi menegaskan bahwa desain bukan sekedar tampilan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan cerita.
“Dalam proses pembuatan desain, alur kerja dimulai dari memahami kebutuhan klien (brief), mengembangkan konsep, proses desain, hingga tahap finalisasi. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam menghasilkan karya yang maksimal,” katanya.
Menariknya, dalam sesi penutup, peserta diingatkan oleh Izumi bahwa desain bukan sekadar tampilan visual, melainkan sebuah cara untuk bercerita.
“Pesan yang ingin disampaikan, waktu penyampaian, serta isi desain harus dipikirkan secara matang agar tidak sekedar asal jadi,” pungkasnya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at (17/4) itu, menunjukkan komitmen HMP IQT UMS dalam mengembangkan keterampilan anggotanya. Diharapkan peserta dapat menerapkan ilmu desain grafis sebagai media kreatif dan sarana penyampaian pesan yang efektif di era digital. (*)

