SOLO, MENARA62.COM — SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo menggelar rangkaian kegiatan inspiratif dalam rangka memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini memadukan upacara bendera dengan aktivitas kreatif pembuatan wayang tokoh Kartini oleh para murid.
Mengusung tema “Meneladan Semangat Kartini dengan Gemar Membaca dan Berpikir Cerdas”, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.
Acara diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di hall utama gedung selatan sekolah. Petugas upacara merupakan murid kelas III A, dengan peserta dari kelas III, IV, dan V, serta diikuti guru dan tenaga kependidikan.
Suasana upacara semakin semarak dengan kehadiran para peserta yang mengenakan pakaian adat Nusantara. Hal ini menjadi simbol penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus mencerminkan nilai-nilai perjuangan Kartini.
Pembina upacara, Retno Indriyanti, dalam amanatnya menekankan pentingnya meneladani semangat Kartini di era modern. Ia mengajak murid untuk melawan rasa malas, baik dalam belajar maupun beribadah.
“Perjuangan kita saat ini adalah melawan kemalasan. Pendidikan adalah kunci yang membuat kita setara,” ujarnya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kreatif membuat wayang Kartini. Murid diberikan bahan berupa sedotan dan kertas bergambar tokoh perempuan berkebaya dengan motif batik, yang kemudian dihias sesuai kreativitas masing-masing.
Dengan penuh antusias, para murid mewarnai, menggunting, dan menghias wayang mereka. Beberapa bahkan menambahkan kutipan legendaris Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”, sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikiran sang pahlawan.
Guru berperan aktif sebagai fasilitator, membimbing murid menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan kreatif modern.
Salah satu murid, Adelinafeeza Kaneisay Almahira Kusuma, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Aku senang membuat wayang Kartini. Jadi tahu kalau Ibu Kartini itu pahlawan hebat,” ungkapnya.
Hasil karya murid kemudian dipajang di majalah dinding kelas sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat bahwa semangat Kartini terus hidup di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Solo berharap para murid tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, berpikir kritis, dan berkarya demi masa depan yang lebih baik. (*)
