SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta ums.ac.id (UMS) kembali menjadi tuan rumah kegiatan nasional dengan menyelenggarakan Seminar dan Rapat Anggota I 2026 Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia Komisariat Daerah (ADPI KOMDA) V Jawa Tengah dan DIY, Rabu, (22/4), di ruang seminar lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini mengangkat tema strategis “Dampak Perang Timur Tengah terhadap Indonesia dan Strategi Pengelolaan Aset Dana Pensiun”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pengelola dana pensiun, regulator, serta akademisi yang membahas dinamika global dan implikasinya terhadap sektor keuangan nasional, khususnya dana pensiun. UMS berperan aktif sebagai fasilitator ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan tantangan global saat ini.
Ketua ADPI KOMDA V, Dede Haris Sumarno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terpilihnya UMS sebagai lokasi kegiatan selama dua tahun berturut-turut menjadi indikasi kuatnya kolaborasi antara ADPI dan UMS. Ia menilai UMS memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan diskursus ekonomi nasional.
“Seminar ini sangat penting mengingat eskalasi konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak secara regional, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia,” ucap Dede.
Dampak tersebut, lanjutnya, antara lain terlihat pada fluktuasi harga energi, nilai tukar rupiah, hingga kinerja pasar keuangan.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pengelola dana pensiun untuk menerapkan strategi investasi yang lebih hati-hati namun tetap adaptif.
“Pengelolaan aset harus prudent tetapi juga agile dalam merespons dinamika global,” ujarnya.
Dede juga memaparkan bahwa meskipun menghadapi tekanan global, industri dana pensiun nasional menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026, total aset dana pensiun nasional mencapai sekitar Rp1.700 triliun atau tumbuh sebesar 12,52 persen.
Sementara itu, perwakilan ADPI Pusat, Bambang Sri Mulyadi, memberikan apresiasi atas inisiatif Komda V dalam menyelenggarakan forum ini. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak pasti agar pengelolaan dana tetap berjalan optimal dan berorientasi pada kepentingan peserta.
“Secara jumlah, dana pensiun di Indonesia mengalami penurunan, meskipun dari sisi aset masih menunjukkan pertumbuhan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan industri dana pensiun ke depan,” papar Bambang Sri Mulyadi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Pengawasan LJK 1 OJK Surakarta, Septarini Haryati, menyampaikan bahwa forum ADPI Komda V merupakan wadah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kapasitas pengelolaan dana pensiun di tengah kompleksitas ekonomi global.
Ia menegaskan bahwa dana pensiun memiliki peran penting dalam sistem keuangan nasional, tidak hanya sebagai instrumen perlindungan hari tua, tetapi juga sebagai pilar pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan.
“Oleh karena itu, pengelolaannya harus mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, kehati-hatian, dan profesionalisme,” kata Septarini.
Lebih lanjut, Septarini menekankan pentingnya manajemen risiko, diversifikasi portofolio, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi tekanan eksternal. Ia juga mendorong sinergi antar pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas industri dana pensiun.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, UMS menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjawab isu-isu strategis nasional. Dukungan fasilitas, penyelenggaraan, hingga partisipasi aktif UMS menjadi bagian penting dalam suksesnya kegiatan tersebut. (*)
