BOYOLALI, MENARA62.COM – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, SD Muhammadiyah PK Banyudono menggelar kegiatan doa bersama dan bedah hadits tentang pentingnya menuntut ilmu, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh khidmat di Masjid Asy Syiroj.
Seluruh siswa mengikuti rangkaian acara dengan antusias sebagai bentuk refleksi akan pentingnya pendidikan dalam kehidupan. Kegiatan diawali dengan sholat dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Mizan. Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti jalannya acara.
Kepala sekolah, Pujiono, dalam tausyiahnya menegaskan bahwa menuntut ilmu bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bagian dari ibadah yang mengantarkan pada kesuksesan dunia dan akhirat.
Ia juga mengajak siswa meneladani tokoh-tokoh pendidikan, mulai dari Nabi Muhammad sebagai uswah hasanah, hingga para tokoh besar seperti Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, dan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi “Tut Wuri Handayani”.
Dalam kesempatan tersebut, Pujiono membedah hadits Nabi yang berbunyi “Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘ala kulli muslim”, yang berarti mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Ia menegaskan bahwa meninggalkan kewajiban tersebut merupakan kerugian, bahkan dapat bernilai dosa.
“Anak-anak, ketika berangkat ke sekolah niatkan untuk mencari ilmu. Semangat belajar, karena dengan mengamalkan hadits Nabi, insyaAllah kita akan mendapatkan rahmat dari Allah,” pesannya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa pendidikan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga bernilai ibadah dan menjadi jalan meraih keberkahan hidup.
Dengan suasana yang sederhana namun sarat makna, peringatan Hardiknas di SD Muh PK Banyudono diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, membentuk akhlak mulia, serta menanamkan kecintaan terhadap ilmu pada generasi muda. (*)

