SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menunjukkan kiprah di level internasional melalui partisipasi dalam dua agenda student mobility di Malaysia. Kegiatan tersebut meliputi Global and Culture Exposure di Penang pada 15-18 April 2026 serta International Leadership Mobility Program di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) pada 3-10 Mei 2026.
Kepala Program Studi Arsitektur UMS, Dr. Ir. Nur Rahmawati Syamsiyah, S.T., M.T, GP. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi internasionalisasi pendidikan tinggi yang penting dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di era global, khususnya mahasiswa Arsitektur UMS.
Menurutnya, student mobility sebagai sarana strategis untuk memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring internasional, serta meningkatkan kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan multikultural dan perkembangan arsitektur global.
“Program ini menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa untuk mengenal dinamika akademik internasional, membangun jejaring global, serta meningkatkan kemampuan adaptasi di lingkungan multikultural,” ujar Kaprodi Arsitektur UMS itu, Kamis (14/5).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UMS tidak hanya mengikuti pembelajaran dan pengembangan kepemimpinan, tetapi juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi pada berbagai kompetisi internasional. Prestasi tersebut meliputi Best Presenter Award, International Essay Competition, International Public Speaking Competition, hingga Best Mobility Participant.
Mahasiswa Arsitektur UMS, Hilman Arib Wibowo, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti International Leadership Mobility Program di USIM Malaysia. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan internasional, tetapi juga dilatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dapat mengikuti International Leadership Mobility Program di USIM Malaysia pada 3-10 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar dalam lingkungan internasional, tetapi juga melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta memperluas relasi dan wawasan global,” tuturnya.
Hilman menambahkan, pencapaian mahasiswa UMS dalam ajang internasional tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di tingkat global. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang dan berani mengambil peluang internasional.
“Tentu tidak mudah untuk meraih ini. Kami harus mengorbankan waktu tidur dan berkutat di hadapan laptop serta cermin selama berjam-jam. Tapi justru karena proses itulah pencapaian ini menjadi sangat berarti,” katanya.
Adapun mahasiswa UMS yang meraih penghargaan Best Presenter Award Undergraduate yaitu Hilman Arib Wibowo (Arsitektur 2024) dan Seyska Islamida Rahma (Manajemen 2022). Untuk kategori Best Presenter Award Postgraduate diraih Aisy Najiha Khurin’in (MPAI 2025).
Sementara pada International Essay Competition, penghargaan diraih oleh Nabil Saputra (Arsitektur 2024), Jauzaa Nur Ummi Shaliha Latif (Komunikasi 2023), dan Ziyana Mattina Walida (Komunikasi 2025). Pada International Public Speaking Competition, penghargaan diraih Agdanisa Revanya Fasha (Komunikasi 2023), Rahma Anisa Kurniawati (Komunikasi 2023), dan Ziyana Mattina Walida (Komunikasi 2025).
Selain itu, penghargaan Best Mobility Participant diraih Najwa Aaliya Pragananda (Komunikasi 2023) dan Aryo Nugroho (Manajemen 2022). Nur menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.
“Prestasi memang bukan segalanya. Yang terpenting adalah mahasiswa telah menunjukkan tanggung jawabnya, menjaga amanah, etika, dan nama baik institusi, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kapasitas akademik, kepemimpinan, dan kemampuan kolaboratif,” pungkasnya.
Melalui program student mobility ini, lanjtunya, UMS terus memperkuat komitmennya dalam mendorong internasionalisasi kampus sekaligus mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global. (*)
