JAKARTA, MENARA62.COM
Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, konflik geopolitik, dan polarisasi global, Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi Royal College of Defence Studies (RCDS) Inggris dalam forum strategis bertema Interfaith Engagement, Climate Resilience, and Humanitarian Collaboration di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan ini mempertemukan tokoh keagamaan, diplomat, pejabat sipil, dan perwira tinggi militer untuk membahas tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, krisis kemanusiaan, hingga penguatan kohesi sosial lintas negara dan lintas agama.
Sebanyak 20 delegasi RCDS hadir dalam forum tersebut, berasal dari Inggris, Italia, Jerman, Belanda, Nigeria, Kuwait, Ukraina, Norwegia, Selandia Baru, Kazakhstan, dan Irak, sebagai bagian dari pendidikan strategis tingkat tinggi yang mempertemukan pemimpin militer dan sipil global guna memperkuat kerja sama internasional.
Muhammadiyah: Agama, Kemanusiaan, dan Tantangan Global
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, mengatakan Muhammadiyah memandang isu kemanusiaan, dialog antaragama, dan perubahan iklim sebagai tantangan bersama yang tidak dapat diselesaikan secara parsial.
“Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang terinspirasi oleh ajaran Islam, tetapi manfaat gerakannya tidak hanya dirasakan umat Muslim, melainkan seluruh umat manusia,” ujar Prof. Syafiq, Ketua PP Muhammadiyah, yang membidangi Hubungan dan Kerja Sama Internasional.
Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah yang berdiri sejak 1912 telah berkembang menjadi gerakan global dengan cabang istimewa di 30 negara dan delapan organisasi saudara di berbagai belahan dunia. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab moral dalam membangun perdamaian dunia dan memperkuat solidaritas kemanusiaan.
“Kami berharap suatu hari nanti kita dapat kembali bertemu, baik di Jakarta maupun di Yogyakarta, untuk saling belajar lebih jauh tentang Muhammadiyah dan Royal College of Defence Studies,” ujarnya.
Apresiasi RCDS terhadap Peran Muhammadiyah
Dari pihak Inggris, Air Vice-Marshal Tamara Jennings menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam isu kemanusiaan dan pembangunan perdamaian global.
“Atas nama Royal College of Defence Studies, kami menyampaikan penghargaan atas kontribusi Muhammadiyah dalam membangun perdamaian dan keamanan dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa RCDS yang berdiri sejak 1927 berfokus pada penguatan pemahaman strategis lintas sektor untuk mendukung stabilitas global melalui kolaborasi internasional.
“Kami tidak hanya terdiri dari kalangan militer, tetapi juga sipil dan berbagai sektor industri. Walaupun berbasis di London, lembaga kami bersifat internasional,” tambahnya.
