LAMONGAN, MENARA62.COM — Day Care Mentari Pagi Sehat Jiwa RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) bersama LAZISMU Jawa Timur menggelar kegiatan sosial bertajuk Makan Bakso Gratis bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan masyarakat sekitar di Yayasan Berkas Bersinar Abadi milik Ipda Purnomo, Babat, Lamongan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi kemanusiaan antara RS Muhammadiyah Lamongan, LAZISMU Jawa Timur, dan Yayasan Berkas Bersinar Abadi dalam menghadirkan kepedulian sosial sekaligus dukungan moral bagi para penyintas gangguan jiwa yang menjalani pembinaan di yayasan tersebut.
Sebanyak 600 porsi bakso dibagikan kepada warga binaan yayasan dan masyarakat sekitar. Suasana penuh kehangatan tampak ketika relawan, tenaga kesehatan, pengurus yayasan, dan warga membaur bersama para penghuni yayasan tanpa sekat.
Program tersebut tidak sekadar menghadirkan makan bersama, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan penguatan psikososial bagi para penghuni yayasan yang selama ini hidup jauh dari keluarga mereka.
Penggagas Program Day Care Mentari Pagi RS Muhammadiyah Lamongan, dr. Era Catur Prasetya, Sp.KJ, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya membangun kesehatan jiwa masyarakat melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan.
Menurutnya, penanganan kesehatan jiwa tidak cukup hanya melalui pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan dan penerimaan sosial.
“Kami ingin Lamongan sehat jiwa. Semua orang harus merasa setara dan memiliki hak yang sama untuk hidup lebih baik. Ini bukan sekadar program, tetapi perjuangan kemanusiaan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Day Care Mentari Pagi RSML selama ini terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar stigma terhadap ODGJ dapat perlahan dihilangkan.
Sementara itu, pengasuh Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Ipda Purnomo, mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Muhammadiyah dan LAZISMU Jawa Timur kepada para penghuni yayasan.
“Kami sangat senang dan bangga. Kehadiran Muhammadiyah memberi semangat dan keyakinan bahwa masih banyak yang peduli terhadap sesama,” katanya.
Wakil Ketua LAZISMU Jawa Timur Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Aditio, menegaskan pihaknya siap terus mendukung program-program kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“LAZISMU siap terus berkolaborasi menghadirkan program-program yang membawa manfaat dan kebahagiaan bersama Day Care Mentari Pagi,” tuturnya.
Di balik kegiatan tersebut, para relawan yayasan juga menyimpan banyak pelajaran kemanusiaan selama mendampingi para penyintas gangguan jiwa.
Salah satu relawan Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Imam Taufiq, mengaku keterlibatannya di yayasan membuat dirinya semakin memahami arti kepedulian dan semangat hidup.
“Bergabung di yayasan ini memacu kami untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Setiap hari kami melihat bagaimana saudara-saudara kita yang mengalami gangguan jiwa tetap membutuhkan perhatian dan kasih sayang, apalagi banyak dari mereka jauh dari keluarga,” ungkapnya.
Menurut Imam, pengalaman mendampingi para penghuni yayasan membuat para relawan memahami bahwa perhatian kecil dan kehadiran sederhana dapat menjadi energi besar bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan diri.
Kegiatan makan bakso gratis tersebut bukan sekadar agenda sosial biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pesan bahwa penyintas gangguan jiwa tetap harus diperlakukan sebagai manusia yang memiliki hak hidup, hak dihargai, dan hak mendapatkan perhatian yang sama di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya menghadirkan dakwah yang membumi — dakwah yang tidak hanya hadir di mimbar, tetapi juga nyata melalui aksi kemanusiaan dan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan.
(AR Nofaldi | Tim MEDKOM RS Muhammadiyah Lamongan)
