30.3 C
Jakarta

UMS Bahas AI dan Kompetensi Global Lulusan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menguatkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berwawasan global melalui kegiatan Kuliah Umum Interdisciplinary Sharing bertema “Tantangan Teknologi dan Kompetensi Global Lulusan Perguruan Tinggi”, Jumat (26/6/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Pascasarjana Lantai 5 Gedung L UMS tersebut menghadirkan pembicara internasional, Prof. Anton Satria Prabuwono dari Faculty of Science, Management & Computing Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia. Acara dipandu oleh moderator Direktur Sekolah Pascasarjana UMS, Prof. M. Farid Wajdi, M.M., Ph.D.

 

Kuliah umum ini dibuka oleh Wakil Rektor UMS, Prof. Ihwan Susila, yang menegaskan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Menurut Prof. Ihwan, kegiatan interdisciplinary sharing kembali digelar secara rutin hampir setiap bulan, khususnya di lingkungan Sekolah Pascasarjana UMS. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bahwa setiap bidang ilmu memiliki keterkaitan satu sama lain.

 

“Tidak ada ilmu yang berdiri sendiri. Semua ilmu saling berkorelasi dan berinteraksi. Karena itu, pendekatan lintas disiplin menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

 

Ia menyampaikan, salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut adalah perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang saat ini menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.

 

Prof. Ihwan menjelaskan bahwa AI pada dasarnya merupakan teknologi yang diciptakan untuk membantu meningkatkan kemampuan manusia serta mempermudah berbagai aktivitas. Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan landasan etika agar memberikan manfaat yang positif.

 

“AI ini apakah akan membantu manusia atau justru menjadi ancaman, sangat bergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Etika dalam pemanfaatan teknologi menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

 

Dalam menghadapi era digital, Prof. Ihwan menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki kompetensi global.

 

Ia menggambarkan perubahan dunia kerja yang semakin fleksibel, di mana seseorang dapat bekerja untuk perusahaan asing, tinggal di negara berbeda, dan berinteraksi dalam lingkungan internasional.

 

“Sekarang kita harus menjadi warga dunia (global citizen). Di mana pun kita berada, semuanya tetap bagian dari bumi ciptaan Tuhan. Kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan global,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Prof. Ihwan menyebut kompetensi lulusan perguruan tinggi perlu dibangun melalui tiga aspek utama, yakni knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan attitude (sikap).

 

Menurutnya, aspek sikap menjadi bagian yang sangat menentukan dalam membentuk lulusan berkualitas. Sikap terbuka, menghargai keberagaman, serta menolak intoleransi dan diskriminasi merupakan nilai penting dalam kehidupan global.

 

“Kita semua adalah makhluk ciptaan Tuhan. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan berdasarkan warna kulit maupun latar belakang. Sikap yang baik menjadi kunci menghadirkan kehidupan yang bermakna,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ihwan juga menyampaikan komitmen UMS dalam mengembangkan pendidikan lanjutan, termasuk rencana pembukaan Program Doktor (S3) Informatika sebagai bagian dari penguatan bidang teknologi dan inovasi.

 

Ia berharap mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan terus meningkatkan kapasitas akademik hingga jenjang yang lebih tinggi.

 

Sementara itu, kuliah umum ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik antara UMS dan Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan berkembang melalui dialog ilmiah, penelitian bersama, serta publikasi akademik.

 

Prof. Ihwan mengapresiasi kehadiran Prof. Anton Satria Prabuwono dan seluruh sivitas akademika yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

 

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat, memperluas wawasan, dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!