30.1 C
Jakarta

Gelar SILAT APIK PTMA, PT Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia ke-5 Resmi Dibuka

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Gelar perhelatan Silaturahmi (SILAT) Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) ke-5 di Jakarta resmi dibuka. Acara dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA Prof Dr Gunawan Suryoputro, M.Hum di Aula Gedung Kampus UHAMKA, Kampus A Jln. Limau Jakarta Selatan, Rabu, (24/6/2026).

Event ini akan berlangsung, mulai Rabu,(24/6) hingga Jumat,(26/6) lusa. Untuk hari pertama, acara juga diisi oleh pelantikan anggota APIK dan seminar internasional bertajuk “Komunikasi Berdampak: Mendorong Transformasi Sosial Berkelanjutan melalui Inovasi Digital yang Etis”

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor I  UHAMKA (Bidang Pengajaran dan Mutu), Anisia Kumala, M.Lc, M.Psi, Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian, Publikasi dan Inovasi Prof.Dr. H. Nani Solihati, M.P.d, dan Wakil Rektor IV Bidang AIK, Promosi, Teknologi Informasi dan Mahasiswa, Prof. Dr. Muhammad  Dwifajri serta   Dekan FISIP UHAMKA, Dra.Tellys Corliana.

Dalam sambutannya Rektor UHAMKA Prof Dr Gunawan Suryoputro mengungkapkan kebanggaan dan harapan atas perhelatan ini. Karena event ini mendorong dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan ilmu komunikasi di perguruan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Andys Tiara, yang juga Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UHAMKA  menerangkan kegiatan SILAT APIK-PTMA itu  berlangsung Rabu-Jumat, 24-26 Juni 2026 di Kampus Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. HAMKA (UHAMKA), Kampus A, Jln. Limau II, Kebayoran Jakarta Selatan dan berbagai lokasi yang telah ditetapkan sesuai dengan rangkaian kegiatan.

Acara pembukaan juga dimeriahkan Tari “Lenggang Nyai” yang ditampilkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa “Mentari” FISIP UHAMKA.

SILAT APIK -5 ini, kata dia, mengusung tema besar “Komunikasi Berdampak: Mendorong Transformasi Sosial Berkelanjutan melalui Inovasi Digital yang Etis”.

Tema ini diangkat berdasarkan keresahan terhadap masifnya penggunaan internet dan digitalisasi yang memicu tingginya disrupsi digital, terutama di kalangan mahasiswa dan tenaga pendidik. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam dunia komunikasi saat ini.

Rangkaian Kegiatan
Adapun rangkaian kegiatannya meliputi Seminar Internasional, Kompetisi mahasiswa bertaraf, internasional, Pengabdian kepada masyarakat, kunjungan media, City Tour, Forum koordinasi nasional program studi dan mahasiswa ilmu komunikasi PTMA; dan ditutup dengan Malam Penghargaan dan parade budaya pada Jumat, (26/6).

Dari data tercatat, sejumlah kampus Muhammadiyah dan Aisyiah mengikuti kegiatan ini diantaranya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMA), Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyan Riau (UNRI), Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Muhammadiyah Cileungsi (UMCI), Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Universitas Muhammadiyah Tangerang,(UMT), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).

Pelantikan
Hari pertama SiLAT-APIK 5 diisi oleh 2 kegiatan utama. Pertama  kegiatan pengurus APIK nasional periode 2026-2028.
Dilantik selaku Ketua, Agus Triyono MSi, dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pelantikan dilakukan oleh Prof.Dr. Armai Arif mewakili Majelis Dikti PP Muhammadiyah.
Kedua,  Seminar Internasional bertemakan Global Perspektif on Digital Ethics AI Governance and Social Inclusion. Selanjutnya, kegiatan hari pertama diakhiri oleh Gala Dinner di Aula Kampus Uhamka.

Seminar Internasional
Adapun seminar internasional menghadirkan pembicara. Salah satunya pembicara internasional dari Filipina yaitu Prof. Alexander G. Flor – Professor Emeritus dari Fakultas Ilmu Informasi dan Studi Komunikasi, University of the Philippines Open University.

Sedangkan pembicara lainnya adalah
Prof. Dr. Gati Gayatri, M.A., peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia, Virgandhi Prayudantoro, S.I.Kom, M.Si. – Direktur Berita di LKBN ANTARA. Serta Ismail Fahmi, MA., Ph.D. pendiri Media Kernels Indonesia dan Wakil Ketua Majelis Pustaka & Informasi PP Muhammadiyah.

Mengusung tema besar “Komunikasi Berdampak: Mendorong Transformasi Sosial
Berkelanjutan melalui Inovasi Digital yang Etis”, disebutkan rangkaian kegiatan meliputi:

Tema besar “Komunikasi Berdampak : Mendorong Transformasi Sosial Berkelanjutan melalui Inovasi Digital yang Etis” ini, dilatarbelakangi oleh dinamika sosial global saat ini akibat percepatan transformasi digital dan tingginya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelleigence/AI). Inovasi ini telah mengubah total lanskap komunikasi global, cara manusia berinteraksi, membangun opini publik, hingga pembentukan realitas sosial baru.

Dibalik euphoria baru tersebut, muncul tantangan  etis berupa krisis komunikasi yang nyata seperti fenomena infodemis yang melahirkan realitas baru dimana narasi yang “Viral lebih kuat daripada yang valid dan emosi lebih cepat menyebar daripada fakta”.

Ketika era digital menuntut setiap individu menjadi media, masyarakat cenderung lebih banyak bicara tetapi sedikit mendengar. Dampaknya, memuaskan disinformasi, manipulasi konten, degradasi etika publik, polarisasi sosial, hingga krisis kepercayaan (crisis of trust) menjadi hal yang tidak terhindarkan.*

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!