30.1 C
Jakarta

SD Muhammadiyah 1 Solo Terima Studi Tiru Kota Tegal

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo menerima kunjungan studi tiru dari SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Jawa Tengah, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, penguatan manajemen sekolah, serta pengembangan program unggulan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (24/6/2026).

Rombongan SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal dipimpin Kepala Sekolah Ina Oktaviana dengan membawa 35 peserta menggunakan satu bus. Kedatangan mereka disambut langsung jajaran pimpinan SD Muhammadiyah 1 Solo yang dipimpin Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Imam Priyanto.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari berbagai praktik pengelolaan sekolah, mulai dari manajemen pendidikan, pengembangan kurikulum, hingga penerapan digitalisasi sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal Ina Oktaviana menyampaikan bahwa sejumlah aspek menjadi perhatian dalam studi tiru tersebut, di antaranya pengelolaan program kekhasan ISMUBA, pembiasaan karakter siswa, sarana prasarana, kantin sehat, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), hingga strategi kehumasan dan penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Pengelolaan program kekhasan ISMUBA dan pembiasaan karakter siswa, pengelolaan sarana prasarana, kantin sehat, UKS, serta strategi kehumasan dan PPDB menjadi hal yang kami pelajari,” ujar Ina.

Sementara itu, Kepala Sekolah Sri Sayekti melalui Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, sekolah yang berdiri sejak 1935 itu terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan.

“Kolaborasi antar lembaga pendidikan Islam di bawah persyarikatan Muhammadiyah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas kontribusi bagi umat yang berkemajuan,” jelasnya.

Dalam pemaparan materi, Dwi Jatmiko menjelaskan konsep tujuh elemen manajemen sekolah yang menjadi fondasi pengelolaan sekolah modern. Ia mengibaratkan sistem tersebut seperti mesin penggerak yang harus berjalan secara terpadu.

“Ada tujuh elemen manajemen penting yang digambarkan layaknya mesin penggerak sekolah modern. Tanamkan sistem ke warga sekolah, jangan seperti ibarat mendorong mobil mogok,” katanya.

Ia menjelaskan, pilar pertama dimulai dari Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), kemudian dilanjutkan Manajemen Loyalitas untuk memperkuat komitmen warga sekolah. Pilar berikutnya mencakup Manajemen Pelayanan dan Manajemen Kurikulum sebagai dasar akademik.

Memasuki era digital, SD Muhammadiyah 1 Solo juga mengembangkan Manajemen Inovasi dan Teknologi melalui penerapan M1Smart Card sebagai kartu multifungsi.

Selain itu, penguatan daya saing sekolah dilakukan melalui Manajemen Marketing, sedangkan seluruh sistem tersebut ditopang oleh pilar terakhir yakni Manajemen Doa sebagai landasan spiritual.

“Sinergi tujuh pilar ini diharapkan mampu mencetak standar baru sekolah berkualitas tinggi di masa depan dan semakin diminati masyarakat,” pungkas Jatmiko.

Kunjungan studi tiru ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring antar sekolah Muhammadiyah sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan persyarikatan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!