KEPULAUAN SERIBU, MENARA62.COM – Usianya masih relative muda, 24 tahun. Namun Silvy Haryanti sudah mengambil jalan pengabdian di sebuah pulau, nun jauh dari pusat keramaian di Kota Jakarta. Ia merantau ke Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu untuk menjadi guru nautika di SMK Negeri 61 Kepulauan Seribu dengan status Kerja Kontrak Individu (KKI).
“Senang bisa menjadi guru di SMK Unggulan meski harus hidup jauh dari hiruk pikuk kota Jakarta,” ujar Silvy dijumpai di SMK N 61 Kepulauan Seribu pada kunjungan praktik baik tim BKHM Kemendikdasmen dan Forum Wartawan Pendidikan, Kamis (25/6/2026).
Meski statusnya masih guru KKI, namun penghasilan (gaji) yang diterima cukup memadai Rp5,3 juta per bulan sesuai dengan besaran UMR. Di luar penghasilan tersebut, ia mengaku belum menerima tunjangan kinerja sebagaimana berlaku untuk ASN DKI Jakarta. Dari total 43 guru di SMKN 61 Kepulauan Seribu, sekitar delapan orang masih berstatus KKI.
Silvy mengatakan hingga saat ini belum tersedia formasi CPNS untuk bidang yang diampunya. Namun, pihak sekolah telah mengajukan permohonan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan telah menerima surat balasan yang menyatakan bahwa formasi tersebut akan dipertimbangkan pada rekrutmen CPNS berikutnya.
“Untuk CPNS ini sendiri memang dari formasinya belum ada. Sekarang kami sudah mengajukan ke BKD dan sudah mendapat surat balasan bahwa ke depannya akan dibukakan formasi untuk bukaan CPNS selanjutnya,” ujar Silvy.
Silvy memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang yang diajarkannya. Ia merupakan lulusan ANT III (Ahli Nautika Tingkat III) dari sekolah pelayaran di Banten serta memiliki gelar Sarjana Manajemen. Menurutnya, seorang guru yang mengajar pada program keahlian Nautika Kapal Niaga memang harus memiliki ijazah pelaut sebagai syarat kompetensi.
Ia mengakui tantangan terbesarnya saat ini adalah beradaptasi sebagai guru karena baru pertama kali menjalani profesi tersebut. Selain itu, lokasi sekolah yang berada di wilayah Kepulauan Seribu juga menjadi tantangan tersendiri karena jauh dari pusat Jakarta.
“Untuk saya pribadi, ini pertama kali menjadi guru, jadi masih banyak belajar. Tantangan lainnya tentu dari segi lokasi karena sekolah berada di pulau,” katanya.
Lulusan Kini Berpeluang Mendapat Sertifikat ANT IV
Silvy menjelaskan, perkembangan penting yang kini dicapai sekolah adalah telah diperolehnya persetujuan (approval) sehingga lulusan program Nautika Kapal Niaga nantinya dapat memperoleh sertifikat kompetensi ANT IV setelah memenuhi seluruh persyaratan.
Sebelumnya, lulusan belum bisa memperoleh sertifikat tersebut sehingga sebagian besar bekerja di luar sektor pelayaran, seperti di perusahaan ritel. “Kalau sebelumnya lulusan banyak yang bekerja di luar bidang pelayaran karena belum mendapatkan sertifikat. Sekarang setelah program ini sudah mendapatkan persetujuan, mereka berpeluang memperoleh sertifikat ANT IV,” jelasnya.
Untuk memperoleh sertifikat tersebut, siswa harus menjalani praktik laut (prala) selama satu tahun setelah lulus serta melengkapi berbagai sertifikat pendukung, seperti buku pelaut dan sertifikat keselamatan pelayaran.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, lulusan dapat bekerja sebagai awak kapal maupun di perusahaan pelayaran. Sertifikat tersebut juga dapat digunakan untuk bekerja di kapal luar negeri apabila didukung kemampuan bahasa Inggris, paspor, dan dokumen pelaut lainnya.
Di SMKN 61 Kepulauan Seribu, peluang kerja di sektor pelayaran internasional terutama terbuka bagi lulusan dua program keahlian, yaitu Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Setiap kelas dibatasi maksimal 24 siswa karena keterbatasan fasilitas praktik dan akomodasi. Saat ini sekolah baru membuka satu kelas untuk masing-masing program keahlian.
Selain mata pelajaran wajib, siswa juga mendapatkan penguatan bahasa asing. Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib, sementara bahasa Jepang disediakan sebagai mata pelajaran pilihan. Menurut Silvy, pengajaran bahasa Jepang didukung oleh guru yang memiliki pengalaman berlayar ke Jepang.
Berharap Formasi CPNS Segera Dibuka
Silvy berharap pemerintah segera merealisasikan pembukaan formasi CPNS bagi guru pelayaran sehingga tenaga pendidik yang telah mengabdi sebagai KKI memiliki kesempatan memperoleh jenjang karier yang lebih baik.
Ia optimistis, dengan tersedianya sertifikasi pelaut bagi lulusan dan dukungan pemerintah terhadap tenaga pendidik, kualitas pendidikan vokasi pelayaran di SMKN 61 Kepulauan Seribu akan semakin meningkat dan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
