SOLO, MENARA62.COM – Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Laweyan menggelar Konsolidasi TK ABA se-Cabang Laweyan di TK ABA 20 Pajang, Surakarta, Senin (6/7/2026). Mengusung tema “Bersinergi, Berkolaborasi, Mewujudkan TK ABA yang Unggul dan Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini di lingkungan ‘Aisyiyah.
Konsolidasi menghadirkan mantan anggota DPRD Kota Surakarta Daerah Pemilihan Laweyan, M. Al Amin, yang berbagi pengalaman dan gagasan mengenai pengembangan lembaga pendidikan, termasuk peluang memperkuat akses terhadap program pemerintah.
Ketua Majelis PAUD Dasmen PCA Laweyan, Sri Lestariningsih, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyatukan langkah seluruh TK ABA di wilayah Laweyan agar berkembang secara merata, bukan hanya sekolah-sekolah yang telah memiliki banyak peserta didik.
“Hari ini kami mengadakan konsolidasi bersama Bapak Amin agar TK-TK ‘Aisyiyah se-Cabang Laweyan bisa maju dan berkembang bersama. Jangan sampai hanya TK yang sudah besar yang berkembang, sedangkan TK yang kecil tertinggal,” ujarnya di sela kegiatan.
Sri Lestariningsih yang telah berusia 75 tahun namun masih aktif memimpin berbagai kegiatan pendidikan itu menjelaskan, konsolidasi diikuti jajaran pengurus Majelis PAUD Dasmen, pengurus inti PCA Laweyan, pengurus yayasan, kepala sekolah, serta perwakilan guru dari 11 TK ABA di wilayah Laweyan.
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah untuk menyerap berbagai masukan sekaligus membahas kebutuhan nyata yang dihadapi masing-masing sekolah.
Ia mengungkapkan, sebelum kegiatan berlangsung, pihaknya telah berdiskusi dengan M. Al Amin terkait peluang pengembangan TK ABA, termasuk hasil komunikasi yang dilakukan dengan Kementerian Pendidikan mengenai dukungan terhadap lembaga pendidikan anak usia dini.
“Beliau sangat antusias membantu kemajuan TK ABA. Berbagai informasi mengenai peluang pengembangan sekolah akan disampaikan kepada seluruh pengurus agar bisa dimanfaatkan bersama,” katanya.
Salah satu fokus pengembangan adalah Kelompok Bermain (KB) Mentari yang telah diserahkan pengelolaannya kepada PCA Laweyan. Sri Lestariningsih berharap lembaga tersebut dapat berkembang menjadi KB unggulan sekaligus memiliki layanan day care yang dikelola secara profesional.
“Day care sekarang harus dikelola dengan baik, mulai dari kepengurusan hingga tata kelolanya. Harapannya KB Mentari bisa menjadi lembaga unggulan,” jelasnya.
Ia menilai keterlibatan M. Al Amin dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pendidikan Muhammadiyah tanpa kepentingan politik.
“Beliau sekarang bisa lebih fokus membantu pengembangan pendidikan secara kekeluargaan. Masukan-masukannya sangat bermanfaat bagi kemajuan TK ABA di Laweyan,” tambahnya.
Dalam sesi konsolidasi, peserta juga diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah, mulai dari keterbatasan sarana prasarana hingga kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran.
Sri Lestariningsih mengakui kondisi 11 TK ABA di Laweyan cukup beragam. Sejumlah sekolah telah berkembang pesat dengan jumlah peserta didik yang tinggi, seperti TK ABA Karangasem dan TK ABA 20 Pajang yang memiliki lebih dari 100 siswa. Namun, masih ada beberapa TK yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan memerlukan perhatian lebih.
“Kami ingin seluruh TK ABA berkembang bersama. Yang sudah maju terus meningkat kualitasnya, sementara yang masih kecil dan fasilitasnya kurang memadai bisa mendapatkan pendampingan sehingga mampu memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui konsolidasi ini, PCA Laweyan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antarlembaga pendidikan di bawah naungan ‘Aisyiyah sehingga seluruh TK ABA mampu tumbuh menjadi sekolah unggul, berkemajuan, dan memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat. (*)
