SOLO, MENARA62.COM – Semangat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat menjadi pesan utama dalam Tabligh Akbar Milad ‘Aisyiyah ke-109 yang diselenggarakan Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kota Surakarta di Aula Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (5/7/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, KH Anwar Sholeh, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kiprah ‘Aisyiyah yang dinilai terus berkembang dalam membangun peradaban melalui pendidikan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan ‘Aisyiyah tidak hanya terlihat dari berkembangnya lembaga pendidikan formal, tetapi juga melalui inovasi pemberdayaan masyarakat, salah satunya Sekolah Lansia ESA (Elder School of ‘Aisyiyah). Program tersebut dinilai menjadi terobosan yang masih jarang dimiliki daerah lain.
“Perjalanan ‘Aisyiyah sangat membanggakan. Dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi, kini juga memiliki Sekolah Lansia yang menjadi bekal spiritual bagi para lanjut usia menuju husnul khatimah,” ujar Anwar.
Ia mengungkapkan, semangat para peserta Sekolah Lansia menjadi inspirasi tersendiri. Bahkan, tidak sedikit peserta yang telah berusia lebih dari 80 tahun namun tetap antusias mengikuti proses pembelajaran dan pengajian.
Menurutnya, pendidikan bagi lansia bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan dan mempersiapkan kehidupan akhirat melalui aktivitas dakwah dan pembinaan keislaman.
Anwar menegaskan bahwa kemajuan ‘Aisyiyah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan Muhammadiyah. Karena itu, kedua organisasi harus terus berjalan beriringan dalam menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam tausiyahnya, ia juga mengajak seluruh kader menjadikan Surah Al-Ma’idah ayat 35 sebagai pedoman perjuangan. Ayat tersebut, menurutnya, memuat tiga prinsip penting, yakni meningkatkan ketakwaan kepada Allah, mencari wasilah atau jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, serta berjihad atau bersungguh-sungguh dalam perjuangan di jalan Allah.
“‘Aisyiyah dan Muhammadiyah adalah organisasi perjuangan. Seluruh aktivitas yang dilakukan hendaknya menjadi jalan meraih keberuntungan di dunia sekaligus di akhirat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa Islam mengenal dua bentuk ibadah, yakni ibadah khusus seperti salat, zakat, dan haji, serta ibadah umum berupa seluruh aktivitas yang diniatkan untuk beribadah kepada Allah dan sesuai dengan syariat.
Ia berharap seluruh kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mampu menjadikan setiap aktivitas organisasi sebagai bagian dari ibadah sehingga memberi manfaat luas bagi umat sekaligus bernilai pahala.
Pada kesempatan tersebut, Anwar juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai tokoh yang terus berkontribusi membesarkan Muhammadiyah, termasuk Joko Riyanto, SH., M.H., yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam membangun persyarikatan di Kota Surakarta.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk terus menjaga semangat perjuangan, memperkuat sinergi organisasi, serta melanjutkan pengabdian dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Tabligh Akbar Milad ‘Aisyiyah ke-109 ini menjadi momentum memperteguh komitmen ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam yang terus menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, melalui gerakan pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial yang berkemajuan. (*)


