31.9 C
Jakarta

‘Aisyiyah Perkuat Gerakan Lingkungan Jelang Tanwir dan Muktamar

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara hybrid dari Kantor PP ‘Aisyiyah, Yogyakarta, Sabtu (4/7/2026). Forum ini menjadi momentum memperkuat konsolidasi gerakan lingkungan hidup dan penanggulangan bencana menjelang Tanwir serta Muktamar ‘Aisyiyah 2027.

 

Rakornas diikuti jajaran LLHPB dari berbagai wilayah Indonesia untuk mengevaluasi capaian program, memperkuat sinergi antarpimpinan wilayah, sekaligus menyusun strategi penyelesaian amanah Muktamar ke-48.

 

Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein, mengatakan Rakornas menjadi forum penting untuk memetakan perkembangan gerakan lingkungan hidup dan kebencanaan yang telah dijalankan di seluruh Indonesia.

 

“Rakornas ini bertujuan mengetahui capaian program LLHPB di seluruh Indonesia. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pelaporan pada Tanwir kedua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang akan digelar Desember mendatang,” ujarnya.

 

Menurut Rahmawati, Rakornas tidak hanya menjadi ruang pelaporan, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antarpimpinan wilayah. Melalui forum tersebut, setiap wilayah diharapkan saling memotivasi serta memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan program prioritas organisasi.

 

Ia menegaskan, LLHPB ingin memastikan seluruh wilayah mampu menuntaskan amanah Muktamar sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan hidup dan kebencanaan, baik di tingkat nasional maupun global.

 

Hingga pelaksanaan Rakornas, sebanyak 28 dari 35 LLHPB Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah telah menyampaikan laporan pemetaan kelembagaan. Namun, laporan capaian program baru diterima dari 19 wilayah.

 

Karena itu, Rahmawati mendorong seluruh wilayah segera melengkapi laporan agar perkembangan gerakan LLHPB dapat terdokumentasi secara komprehensif sebagai dasar evaluasi dan penyusunan program berikutnya.

 

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, menegaskan Rakornas memiliki arti strategis karena organisasi memasuki tahun terakhir masa kepengurusan sebelum Muktamar ke-49 pada 2027.

 

Menurutnya, seluruh program hasil keputusan Muktamar harus dipastikan berjalan optimal sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Mari kita identifikasi program yang belum terlaksana, kendala yang dihadapi, kemudian merumuskan langkah tindak lanjut agar seluruh target dapat diselesaikan,” katanya.

 

Masyitoh juga mengapresiasi berbagai inovasi LLHPB yang berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk program-program baru yang lahir di luar keputusan Muktamar.

 

Ia menilai hal tersebut menunjukkan kemampuan ‘Aisyiyah dalam membaca dinamika zaman sekaligus menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan hidup dan kebencanaan yang semakin kompleks.

 

Menurutnya, gerakan LLHPB merupakan bagian dari jati diri ‘Aisyiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan, gerakan perempuan berkemajuan, gerakan ilmu, gerakan amal, serta gerakan kebangsaan dan kemanusiaan universal.

 

Karena itu, penguatan kapasitas organisasi perlu terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi, kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan inovasi di bidang lingkungan hidup maupun penanggulangan bencana.

 

“Berbagi praktik terbaik dari berbagai wilayah sangat penting agar dapat menjadi inspirasi dan model bagi daerah lain dalam memperkuat gerakan lingkungan hidup dan kebencanaan,” tuturnya.

 

Melalui Rakornas ini, LLHPB PP ‘Aisyiyah berharap konsolidasi organisasi semakin kuat sehingga berbagai inovasi dan pengalaman dari seluruh wilayah dapat memperluas kontribusi ‘Aisyiyah dalam membangun ketahanan masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari dakwah kemanusiaan berkemajuan. (Suri)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!