31.4 C
Jakarta

Mahasiswa Asing BIPA UMS Belajar Gamelan dan Sinden

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 19 mahasiswa asing peserta Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti kunjungan budaya ke Laboratorium Karawitan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS ums.ac.id. Melalui kegiatan ini, mereka belajar memainkan gamelan hingga berlatih menjadi sinden sebagai bagian dari pengenalan budaya Jawa.

 

Kegiatan yang berlangsung pada 29 Juni 2026 itu menjadi salah satu agenda pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa internasional yang sedang mengikuti program BIPA di UMS.

 

Peserta berasal dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Vietnam, Thailand, Myanmar, Kamboja, Palestina, Korea Selatan, serta sejumlah negara lainnya. Keberagaman latar belakang tersebut menjadikan kegiatan sebagai ruang perjumpaan lintas budaya sekaligus media promosi seni tradisional Indonesia kepada masyarakat internasional.

 

Kepala Laboratorium PGSD FKIP UMS, Dr. Honest Ummi Kaltsum, M.Hum., menjelaskan para mahasiswa mengikuti rangkaian pembelajaran mulai dari pengenalan alat musik gamelan hingga praktik langsung memainkan instrumen tradisional Jawa.

 

“Mereka diperkenalkan dengan berbagai instrumen gamelan seperti saron, demung, kenong, bonang, gong, dan kendang beserta fungsi masing-masing dalam ansambel karawitan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

 

Selain mengenal alat musik, para peserta juga mendapatkan materi mengenai sistem notasi karawitan Jawa sebagai bekal sebelum memasuki sesi praktik.

 

Menurut Honest, mahasiswa BIPA tampak antusias ketika diberi kesempatan memainkan gamelan secara langsung dengan pendampingan instruktur.

 

“Mereka mencoba menabuh berbagai instrumen secara bergantian hingga menghasilkan harmoni musik karawitan. Antusiasme peserta sangat tinggi selama proses praktik berlangsung,” katanya.

 

Tidak hanya memainkan gamelan, mahasiswa asing juga diajak mengenal teknik vokal sinden, salah satu unsur penting dalam seni pertunjukan karawitan Jawa.

 

Sebagai materi praktik, peserta membawakan tembang “Gugur Gunung”, lagu daerah Jawa yang sarat makna tentang semangat gotong royong dan kebersamaan.

 

Honest menuturkan, kunjungan ke Laboratorium Karawitan menjadi bagian dari komitmen UMS untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa Indonesia, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya Nusantara kepada mahasiswa internasional.

 

“Melalui pengalaman langsung memainkan gamelan dan menyanyikan tembang Jawa, mahasiswa asing diharapkan memiliki apresiasi yang lebih mendalam terhadap kekayaan budaya Indonesia,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, Laboratorium Karawitan PGSD FKIP UMS terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran budaya yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus mendukung program internasionalisasi kampus melalui penguatan diplomasi budaya.

 

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari program pertukaran budaya antara mahasiswa internasional dan sivitas akademika UMS. Dengan demikian, UMS tidak hanya menjadi tempat belajar bahasa Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan bagi mahasiswa dunia untuk mengenal lebih dekat seni, budaya, dan kearifan lokal Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!