PURWOREJO, MENARA62.COM – Liburan semester dimanfaatkan secara produktif oleh santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo. Melalui program Silaturahmi Kader, para santri belajar langsung tentang kaderisasi, kepemimpinan, dan sejarah perjuangan Muhammadiyah dari para tokoh Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di daerah asal mereka.
Program yang telah menjadi tradisi kaderisasi pondok selama tujuh tahun ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas. Santri mengunjungi rumah para tokoh Persyarikatan untuk berdialog, menyimak perjalanan dakwah, serta menggali pengalaman membangun Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dirancang agar santri tidak hanya memahami Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dari para pelaku sejarah yang telah mengabdikan diri dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial.
Dalam setiap kunjungan, santri berdiskusi mengenai dinamika gerakan Muhammadiyah, tantangan dakwah, hingga nilai-nilai kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman. Interaksi tersebut menjadi sarana transfer pengalaman sekaligus mempererat hubungan antargenerasi kader Muhammadiyah.
Guru Pendidikan Kemuhammadiyahan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Akhmad Maulidin Musdani, menjelaskan bahwa Silaturahmi Kader merupakan program unggulan pondok yang telah berjalan sejak lembaga itu berdiri.
“Program ini telah berjalan selama tujuh tahun sejak pondok ini didirikan. Kami ingin para santri tidak hanya mengenal Muhammadiyah melalui buku pelajaran, tetapi juga belajar langsung dari para pelaku perjuangan yang telah mengabdikan hidupnya untuk Persyarikatan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil program tersebut telah terlihat dari kiprah para alumni yang tetap aktif melanjutkan kaderisasi setelah menyelesaikan pendidikan.
“Beberapa santri setelah lulus melanjutkan aktivitas organisasinya di Pemuda Muhammadiyah maupun Ikatan Pelajar Muhammadiyah di daerah tempat tinggal mereka. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi tidak berhenti ketika mereka lulus dari pondok, tetapi terus berlanjut di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pembelajaran langsung dari tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memberikan pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya melalui proses belajar di ruang kelas.
“Santri dapat menyerap hikmah kehidupan, pengalaman organisasi, serta nilai-nilai perjuangan dari para tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo. Inilah yang menjadi kekuatan program kaderisasi pondok kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Erlinda Windiastranti, M.Pd., menilai program tersebut menjadi jembatan penting yang mempertemukan kader muda dengan para sesepuh Muhammadiyah.
“Program liburan ini bertujuan menjalin silaturahmi antara santri dengan pengurus Muhammadiyah terdekat sesuai domisili mereka. Selain itu, kegiatan ini menjadi jembatan yang mendekatkan generasi muda dengan para sesepuh Muhammadiyah sehingga terjadi transfer pengalaman dan nilai perjuangan,” jelasnya.
Menurut Erlinda, setiap kunjungan tidak sekadar bersifat seremonial. Santri diberi kesempatan berdialog secara langsung mengenai pengalaman berorganisasi, strategi dakwah, hingga pengembangan amal usaha Muhammadiyah.
“Dalam kunjungan terdapat sesi dialog dan diskusi. Kami berharap muncul penguatan dari para sesepuh Muhammadiyah sehingga terbentuk militansi kader terhadap Persyarikatan,” ujarnya.
Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Ustaz Dr. (Cand.) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., mengatakan program Silaturahmi Kader berlandaskan ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya menjalin silaturahmi.
“Program kunjungan santri kepada tokoh Muhammadiyah ini berangkat dari pesan Rasulullah SAW bahwa barang siapa ingin diperluas rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya menyambung silaturahmi. Karena itu, santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Darul Arqom tingkat SMP memanfaatkan masa liburan dengan bersilaturahmi kepada tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bekal berharga bagi santri dalam memahami kehidupan Persyarikatan sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian kepada umat.
Selama kegiatan berlangsung, para santri mendengarkan kisah perjuangan para tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam membangun amal usaha, mengembangkan dakwah Islam berkemajuan, hingga menghadapi berbagai tantangan sosial. Para tokoh juga berpesan agar generasi muda terus menjaga integritas, memperkuat akhlak, meningkatkan kapasitas keilmuan, serta aktif berorganisasi sebagai bekal kepemimpinan di masa depan.
Bagi Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dari lahirnya kader Muhammadiyah yang berkarakter, memiliki komitmen terhadap dakwah, serta siap melanjutkan estafet perjuangan Persyarikatan. Melalui program Silaturahmi Kader, pondok terus menegaskan komitmennya mencetak generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akidah, luas wawasannya, dan siap mengabdi bagi Muhammadiyah, umat, bangsa, serta kemajuan peradaban Islam. (AMM)

