SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memadukan forum ilmiah dengan diplomasi budaya melalui penyelenggaraan City Tour sebagai penutup rangkaian The International Conference on Communication, Society, and Digital Media (COMSOCIA) 2026, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMS menghadirkan pengalaman konferensi internasional yang tidak hanya berfokus pada pertukaran gagasan akademik, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para peserta dari berbagai negara.
Diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS, City Tour mengajak para peserta mengunjungi sejumlah destinasi ikonik di Kota Surakarta. Rombongan diajak menikmati kuliner legendaris Solo, mengunjungi kawasan cagar budaya Pura Mangkunegaran, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, hingga Lokananta sebagai studio rekaman pertama di Indonesia yang kini berkembang menjadi pusat pelestarian musik sekaligus industri kreatif nasional.
Ketua Panitia COMSOCIA 2026, Dr. Andika Sanjaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi para peserta konferensi internasional.
“Kami berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan dari sesi konferensi, tetapi juga pengalaman budaya yang menjadi identitas Kota Surakarta. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat jejaring akademik sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia yang kaya akan budaya, sejarah, dan keramahan masyarakatnya,” ujar Andika, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, konferensi internasional tidak hanya menjadi ruang berbagi hasil penelitian dan bertukar gagasan, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan budaya lokal serta mempererat hubungan antarakademisi dari berbagai negara.
Salah satu keynote speaker internasional, Prof. Gedala Mulliah Naidoo, Deputy Dean: Research, Innovation and Community Engagement, University of Zululand, Afrika Selatan, turut mengapresiasi penyelenggaraan COMSOCIA 2026. Ia menyampaikan bahwa kunjungannya ke UMS merupakan bagian dari penguatan kemitraan akademik yang telah terjalin antara University of Zululand dan UMS.
“Saya sangat mengapresiasi kesempatan untuk menjadi bagian dari COMSOCIA 2026. Kunjungan saya mencerminkan kuatnya kemitraan antara University of Zululand dan UMS. Konferensi ini diselenggarakan dengan sangat baik dan menjadi wadah yang sangat baik bagi para akademisi untuk bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi internasional,” ungkapnya.
Ia optimistis COMSOCIA akan terus berkembang menjadi salah satu konferensi internasional bereputasi apabila terus menghadirkan inovasi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan setiap tahunnya.
Kesan positif juga datang dari salah satu peserta, Jadid Purwaka Aji dari King’s College London. Ia mengaku rangkaian City Tour menjadi pengalaman yang melengkapi keikutsertaannya dalam konferensi.
“Conferencenya seru dan menyenangkan, rangkaian acaranya juga sangat membuat kami banyak pengalaman baru tentang budaya Solo. Kami berharap penyelenggaraan COMSOCIA akan selalu ada lagi,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan COMSOCIA 2026, UMS kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan keunggulan akademik dengan internasionalisasi kampus. Kehadiran City Tour menjadi wujud nyata bahwa konferensi internasional tidak hanya menghasilkan kolaborasi ilmiah, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan sejarah, tradisi, dan industri kreatif Indonesia kepada masyarakat akademik dunia. (*)

