33.4 C
Jakarta

Khutbah Jum’at UM Jatim: Enam Nasihat Luqman untuk Keluarga

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Khutbah Jumat di Masjid Al Wasathiyah Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim), Jumat (10/7/2026), mengangkat tema “Syariah Berkeluarga” dengan mengupas enam nasihat Luqman kepada anaknya yang termaktub dalam Surah Luqman. Pesan-pesan tersebut dinilai relevan sebagai pedoman membangun keluarga muslim yang beriman, berakhlak, dan berkarakter.

 

Khutbah disampaikan oleh Kepala Biro Keuangan dan Umum Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Satriyo Priyo Handoko, S.Si., M.Si. Ia menjelaskan bahwa Luqman merupakan seorang hamba saleh yang dianugerahi hikmah oleh Allah SWT karena ketakwaan dan kemuliaan akhlaknya.

 

Mengawali khutbah, Satriyo mengutip Surah Luqman ayat 12 yang menjelaskan bahwa Allah memberikan hikmah kepada Luqman agar senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dari kisah tersebut, terdapat enam pelajaran penting yang patut diterapkan dalam kehidupan keluarga.

 

Nasihat pertama adalah menanamkan tauhid sebagai fondasi utama pendidikan keluarga. Menurutnya, keyakinan kepada Allah SWT harus ditanamkan sejak dini karena menyekutukan Allah merupakan kezaliman yang sangat besar.

 

Pesan kedua adalah pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, terutama kepada ibu yang telah mengandung, melahirkan, dan menyusui anak dengan penuh pengorbanan. Bentuk syukur kepada Allah diwujudkan dengan menghormati dan berbuat baik kepada orang tua.

 

Selanjutnya, Satriyo mengingatkan bahwa setiap amal perbuatan manusia akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga perlu saling mengingatkan agar senantiasa berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi perbuatan yang mendatangkan dosa.

 

Pelajaran keempat menekankan kewajiban mendirikan salat, mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, serta bersabar dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi pondasi lahirnya pribadi muslim yang tangguh.

 

Dalam khutbahnya, Satriyo juga mengingatkan pentingnya menjauhi sifat sombong sebagaimana firman Allah dalam Surah Luqman ayat 18.

 

“Janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri,” kutipnya.

 

Pelajaran terakhir adalah membentuk pribadi yang rendah hati, yang tercermin melalui sikap, cara berjalan, dan tutur kata yang santun. Kerendahan hati, menurutnya, merupakan salah satu akhlak mulia yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui khutbah bertema “Syariah Berkeluarga”, Satriyo mengajak seluruh jemaah menjadikan enam nasihat Luqman sebagai pedoman dalam mendidik anak dan membangun keluarga yang harmonis, berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, serta mampu melahirkan generasi yang bertakwa, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. (PJ)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!