BOYOLALI, MENARA62.COM – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi’ul ‘Ulum Sambi terus memperkuat transformasi pendidikan melalui pematangan kurikulum terintegrasi, penguatan amaliyah yaumiyah santri, serta pengembangan program life skill. Langkah strategis tersebut menjadi fokus utama pada hari kedua Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di Aula SMP Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Jumat (10/7/2026).
Rapat kerja dibuka oleh Mudir PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Pujiono, didampingi Kepala SMP Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Ust. Ahmad Yasin Hadi Pranoto, M.Pd.I., dan Kepala SMA Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Ari Rosmawati, S.Pd.
Dalam arahannya, Pujiono menegaskan bahwa pengembangan pesantren harus dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi pendidikan akademik, keislaman, pembinaan karakter, dan keterampilan hidup.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penyusunan kurikulum terintegrasi antara jenjang SMP dan SMA Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum. Kurikulum tersebut dirancang agar proses pendidikan berlangsung berkesinambungan sehingga mampu membentuk santri yang unggul secara intelektual, spiritual, dan berkarakter.
Selain penguatan kurikulum, pihak pesantren juga menekankan pentingnya mempererat kemitraan dengan Paguyuban Wali Santri dan jaringan alumni. Menurut Pujiono, kedua unsur tersebut merupakan mitra strategis yang memiliki peran besar dalam mendukung kemajuan dan keberlanjutan pengembangan pondok pesantren.
Ia juga mengingatkan seluruh guru dan tenaga pendidik bahwa setiap insan pesantren merupakan duta lembaga di tengah masyarakat.
“Setiap guru adalah humas Ponpes. Pelayanan yang ramah, komunikasi yang baik, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari merupakan promosi terbaik bagi lembaga. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui kualitas layanan dan akhlak seluruh guru,” tegasnya.
Pada sesi komisi, Ust. Dani, Ust. Shodiq, dan Ustadzah Istiqamah memaparkan hasil pembahasan Komisi Kurikulum dan Kesantrian. Selanjutnya, Ust. Fath’ul Ulum menyampaikan rancangan Kurikulum Kepondokan dan Amaliyah Yaumiyah Santri yang akan menjadi pedoman pembinaan ibadah, akhlak, kedisiplinan, budaya belajar, hingga kehidupan santri selama 24 jam di lingkungan pesantren.
Raker juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat program life skill sebagai bekal santri menghadapi kehidupan bermasyarakat. Program tersebut meliputi budidaya perikanan dengan memanfaatkan lima kolam milik pondok sebagai laboratorium praktik, peternakan melalui program magang bersama Haji Sunarno, pertanian di bawah pembinaan Ust. Suradi, S.Pd., serta keterampilan menjahit, menyulam, dan menyongket yang dibimbing oleh Ibu Emi.
Berbagai program tersebut diharapkan mampu membentuk santri yang mandiri, memiliki jiwa kewirausahaan, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kepesantrenan.
Melalui Raker hari kedua ini, PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi semakin memantapkan langkah sebagai pesantren modern yang mengintegrasikan pendidikan agama, akademik, pembentukan karakter, dan keterampilan hidup. Dengan kurikulum terintegrasi, amaliyah yaumiyah yang kuat, serta program life skill yang aplikatif, pesantren optimistis mampu melahirkan generasi muslim yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta siap menjadi kader umat, kader Persyarikatan Muhammadiyah, dan pemimpin masa depan. (*)


