33.4 C
Jakarta

Pra Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Tekankan Integritas Pemimpin

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) resmi memulai rangkaian Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah dengan menggelar Sidang Pra Muktamar secara nasional dan daring, Sabtu (11/7/2026). Forum konstitusional ini menjadi momentum evaluasi kepemimpinan periode 2022–2026 sekaligus mematangkan berbagai agenda strategis menjelang pelaksanaan Muktamar.

 

Sidang dipusatkan di Kantor Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Yogyakarta, dan diikuti secara virtual oleh jajaran pimpinan wilayah, daerah, cabang, serta kader Nasyiatul Aisyiyah dari seluruh Indonesia.

 

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Busyro Muqoddas, yang menegaskan pentingnya menjaga marwah organisasi melalui proses pemilihan kepemimpinan yang berintegritas, independen, dan bebas dari praktik politik uang.

 

Menurut Busyro, keberhasilan Muhammadiyah bertahan dan memberi kontribusi bagi bangsa selama lebih dari satu abad tidak terlepas dari tata kelola organisasi yang menjunjung tinggi kejujuran, profesionalisme, dan amanah.

 

Muhammadiyah lebih dari satu abad telah memberikan kontribusi yang sangat besar lintas agama, lintas suku, lintas profesi bagi bangsa ini. Itu karena adanya pengelolaan organisasi yang cerdas, jujur, bermartabat, dan profesional. Para pemimpinnya menjaga amanah,” ujarnya.

 

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI itu menekankan bahwa independensi merupakan karakter utama yang harus dimiliki setiap calon pemimpin organisasi. Menurutnya, independensi menjadi benteng agar organisasi tetap bebas dari berbagai bentuk intervensi yang dapat memengaruhi arah perjuangan Persyarikatan.

 

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, dan kompetensi, bukan karena kedekatan personal ataupun kepentingan tertentu. Busyro secara khusus mengingatkan agar seluruh peserta menjauhi praktik politik uang yang dapat mencederai nilai-nilai organisasi.

 

Sementara itu, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menjelaskan bahwa Sidang Pra Muktamar merupakan forum strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan Muktamar ke-15, baik dari sisi teknis maupun substansi.

 

“Sidang Pra Muktamar ini adalah forum konstitusional yang krusial untuk menyiasati durasi waktu pelaksanaan Muktamar dengan berbagai pertimbangan. Tujuannya adalah melakukan evaluasi terhadap Laporan Pertanggungjawaban PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2022–2026 sekaligus mendengarkan paparan dari tim materi Muktamar,” jelas Ariati.

 

Dalam forum tersebut, PP Nasyiatul Aisyiyah juga menyatakan kesiapan mempertanggungjawabkan amanah kepemimpinan selama satu periode kepada seluruh kader di Indonesia, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima kritik, saran, dan masukan sebagai bahan penyempurnaan materi Muktamar.

 

Ariati kembali mengingat filosofi yang pernah disampaikannya pada awal masa kepemimpinan, yakni Nasyiatul Aisyiyah sebagai kapal besar yang terus berlayar menghadapi berbagai tantangan.

 

“Saya pernah menganalogikan Nasyiatul Aisyiyah sebagai kapal besar yang berlayar dengan sekoci-sekocinya. Nasyiatul Aisyiyah diciptakan untuk menaklukkan samudra. Dalam perjalanan akan menemui berbagai kondisi, kadang tenang, kadang menghadapi gelombang yang mengkhawatirkan. Namun kapal ini akan terus berlayar bersama seluruh kadernya,” ungkapnya.

 

Ia berharap seluruh program yang telah dijalankan selama periode kepemimpinan 2022–2026 dapat memberikan manfaat hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama demi memperkuat gerak organisasi pada periode berikutnya.

 

Sidang Pra Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah akan berlanjut pada Minggu (12/7/2026) dengan agenda Technical Meeting dan Forum Edukasi Pemilihan Muktamar yang juga dilaksanakan secara daring. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang diharapkan menghasilkan kepemimpinan berintegritas, memperkuat konsolidasi organisasi, serta melanjutkan kontribusi Nasyiatul Aisyiyah bagi kemajuan umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!