BOGOR, MENARA62.COM – Koperasi Khairu Ummah Grup memperkuat sinergi dan tata kelola organisasi melalui Leadership Meeting dan Evaluasi Semester I Tahun 2026 yang digelar di Danamon Corporate University, Bogor, pada 10–11 Juli 2026. Forum strategis ini menjadi momentum untuk mengevaluasi dampak transformasi organisasi pasca-spin off sekaligus menyusun langkah percepatan program pada Semester II Tahun 2026.
Mengusung tema “Mengukur Dampak Transformasi, Memperkuat Sinergi, dan Mengukuhkan Arah Masa Depan Khairu Ummah Grup”, kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus, pengawas, Dewan Pengawas Syariah, direksi, serta pimpinan seluruh entitas dalam ekosistem Khairu Ummah Grup.
Ketua Koperasi Sekunder Khairu Ummah Surya Madani, Pepi Januar Pelita, mengatakan Leadership Meeting menjadi bagian penting dari proses konsolidasi organisasi setelah transformasi kelembagaan melalui skema spin off.
“Leadership Meeting ini bukan sekadar forum evaluasi kinerja, tetapi menjadi ruang strategis untuk memastikan bahwa transformasi yang telah dilakukan benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi anggota, memperkuat sinergi antarlembaga, dan menghadirkan arah pembangunan yang semakin jelas pada Semester II,” ujar Pepi saat membuka kegiatan.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya difokuskan pada capaian indikator kinerja masing-masing entitas, tetapi juga mengukur efektivitas kolaborasi dalam ekosistem Khairu Ummah Grup untuk menciptakan value creation bagi anggota, meningkatkan daya saing organisasi, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.
Pasca-transformasi, Khairu Ummah Grup kini memiliki empat entitas utama yang saling terintegrasi, yakni KSPPS Khairu Ummah Mitra Ummat, Koperasi Jasa Syariah Khairu Ummah Surya Medika, Koperasi Konsumen Khairu Ummah Sakinah Madani, serta KL Lazismu Baitul Maal Khairu Ummah.
Keempat entitas tersebut dikembangkan dalam satu ekosistem pelayanan yang mencakup sektor keuangan syariah, layanan kesehatan, konsumsi, pemberdayaan ekonomi, hingga pelayanan sosial dan keagamaan guna memperkuat kontribusi koperasi terhadap pengembangan ekonomi umat.
Sementara itu, Dewan Pengawas Syariah Khairu Ummah Grup, Faozan Amar, menegaskan bahwa keberhasilan koperasi syariah tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dan kualitas tata kelola organisasi.
“Keberhasilan koperasi syariah tidak cukup diukur dari pertumbuhan aset, pembiayaan, atau jumlah anggota. Yang tidak kalah penting adalah kepatuhan terhadap prinsip syariah, kualitas tata kelola, serta kontribusinya dalam mewujudkan maqashid syariah sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan dakwah dapat dirasakan semakin luas oleh anggota maupun masyarakat,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari evaluasi kinerja Semester I, pembahasan implementasi transformasi organisasi, penguatan tata kelola, penyelarasan program lintas entitas, penyusunan agenda percepatan 100 hari Semester II, hingga penetapan komitmen strategis sebagai arah bersama pengembangan Khairu Ummah Grup.
Melalui Leadership Meeting ini, Koperasi Khairu Ummah Grup menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai syariah. Penguatan sinergi antarlembaga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota sekaligus memperluas kontribusi koperasi dalam mendorong penguatan ekonomi umat secara berkelanjutan. (*)

