MADIUN, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menunjukkan implementasi nyata konsep kampus berdampak melalui penyelenggaraan DowerRun 5K Madiun yang sukses menghimpun sekitar 500 pelari dari Madiun dan berbagai daerah, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan yang mengambil titik start dan finis di Kampus 1 UMJT ini merupakan proyek pembelajaran mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester 6 yang tergabung dalam KOMAD Project. DowerRun menjadi luaran mata kuliah berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mengintegrasikan teori dengan pengalaman praktik menyelenggarakan sebuah ajang olahraga.
Ketua Panitia DowerRun 5K Madiun, Muhammad Syaifudin, mengatakan penyelenggaraan perdana tersebut berjalan sukses berkat kolaborasi panitia, mitra, dan berbagai pihak yang memberikan dukungan.
“Alhamdulillah, DowerRun perdana ini dapat terlaksana dengan baik dan mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat,” ujarnya.
Menurut Syaifudin, tingginya minat peserta juga menarik dukungan dari sejumlah sponsor sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung lancar. Lebih dari sekadar memenuhi tugas akademik, kegiatan tersebut menjadi sarana mahasiswa mengembangkan kemampuan manajerial, komunikasi, hingga membangun jejaring kemitraan.
“Kami belajar banyak, mulai dari menyusun konsep acara, mencari sponsor, hingga menyelenggarakan event secara profesional. Pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman yang tidak didapatkan hanya di dalam kelas,” katanya.
DowerRun 5K juga menggandeng sejumlah komunitas lari di Kota Madiun sehingga mampu menghadirkan atmosfer kompetitif sekaligus mempererat jejaring olahraga di daerah.
Salah seorang peserta, Widodo, mengapresiasi penyelenggaraan event tersebut. Pelari yang mencatatkan waktu tercepat, yakni 17 menit 12 detik, menilai DowerRun memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Event seperti ini sangat positif karena mendorong masyarakat, terutama anak muda, untuk hidup lebih sehat melalui olahraga. Saya berharap DowerRun dapat menjadi agenda rutin di Madiun,” ujarnya.
Rektor UMJT, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, olahraga lari merupakan aktivitas sederhana yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan sehingga layak terus dikembangkan melalui kolaborasi antara kampus dan masyarakat.
“Lari menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Karena itu, kegiatan seperti DowerRun perlu terus didukung dan dikembangkan,” kata Sofyan.
DowerRun 5K Madiun juga menjadi bagian dari rangkaian peresmian perubahan nama Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).
Kegiatan ini diikuti berbagai unsur masyarakat, di antaranya Direktur RSI Siti Aisyah Madiun, dr. Donna Dwi Yudhawati, MMR, FISQua, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Madiun, serta Sekretaris Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Fajar Junaedi, yang turut berlari bersama ratusan peserta.
Melalui DowerRun 5K, UMJT tidak hanya menghadirkan ajang olahraga, tetapi juga membuktikan bahwa pembelajaran berbasis Outcome-Based Education mampu menghasilkan karya nyata yang berdampak bagi masyarakat. Program ini sekaligus memperlihatkan bagaimana mahasiswa mengasah kompetensi kepemimpinan, kolaborasi, dan penyelenggaraan event melalui pengalaman langsung di lapangan. (PJ)
