32.8 C
Jakarta

Hibah BIMA Dorong Riset Pertanian Berdampak UM Bandung

Baca Juga:

KLATEN, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat komitmennya menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat melalui Hibah BIMA Program Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun 2026. Salah satu implementasinya diwujudkan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Komunitas Petani Muda Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian berjudul “Evaluasi Kebijakan Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan pada Petani di Eks-Keresidenan Surakarta, Jawa Tengah”. Penelitian bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan budidaya pertanian berkelanjutan sekaligus menyusun rekomendasi berbasis riset untuk memperkuat sektor pertanian nasional.

 

FGD berlangsung secara interaktif dengan melibatkan petani muda sebagai narasumber utama. Sebanyak 25 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumber juga turut hadir untuk memberikan perspektif akademik sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

Ketua tim peneliti UM Bandung, Mohammad Hilal Nu’man, SH., M.Kn., mengatakan penelitian tersebut memiliki relevansi tinggi dengan kondisi pertanian Indonesia, khususnya dalam menjawab tantangan regenerasi petani.

 

“Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan sistem budidaya pertanian berkelanjutan yang telah berjalan. Selain itu, hasil penelitian juga dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif, khususnya dalam mendorong keterlibatan generasi muda sebagai aktor utama pembangunan pertanian di masa depan,” ujarnya.

 

Menurut Hilal, minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi melalui kebijakan yang inovatif dan berbasis bukti.

 

Ia menilai hasil penelitian diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif dengan mengintegrasikan teknologi, kewirausahaan, digitalisasi pertanian, serta pemberdayaan komunitas agar sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda.

 

Diskusi juga menunjukkan bahwa persoalan regenerasi petani tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi menjadi isu nasional yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan.

 

Karena itu, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif dalam memperkuat sistem budidaya pertanian berkelanjutan sekaligus mempercepat lahirnya petani-petani muda di Indonesia.

 

Mengusung visi Islamic Technopreneurial University, UM Bandung berkomitmen menghasilkan riset yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan masyarakat.

 

Melalui kolaborasi lintas disiplin, penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi aplikatif bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan pertanian berkelanjutan.

 

Tim peneliti dipimpin oleh Mohammad Hilal Nu’man, SH., M.Kn. dari bidang Ilmu Hukum, didampingi Rikki Maulana Yusup, S.IP., M.AP. (Administrasi Publik), Abin Suarsa, S.E., M.M. (Manajemen Keuangan Berkelanjutan), serta Eni Kusumawati, S.P., M.P. (Agribisnis). Tim lapangan turut diperkuat oleh Mety Mediastuti Sofyan, S.Sos., M.AP. dan Sukri Ramadhan, S.TP. yang memiliki kepakaran di bidang administrasi publik dan manajemen industri pangan.

 

Melalui dukungan Hibah BIMA, UM Bandung menegaskan komitmennya menghadirkan penelitian yang berdampak, mendorong regenerasi petani, serta berkontribusi terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!