SOLO, MENARA62.COM – Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Giri Wana Education Trip to Merbabu pada 8–10 Juli 2026 dengan mengusung tema “Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi”. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendaki Gunung Merbabu, tetapi juga melakukan aksi bersih jalur pendakian dan memasang plang edukasi untuk mengajak pendaki menjaga kelestarian alam.
Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 25 anggota Hizbul Wathan UMS dan 10 peserta dari masyarakat umum. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi, pembekalan, dan persiapan peserta sebelum melakukan pendakian melalui jalur Selo pada 9 Juli 2026.
Berbeda dari pendakian pada umumnya, peserta diajak terlibat langsung dalam aksi konservasi lingkungan. Sepanjang jalur pendakian, mereka mengumpulkan sampah yang ditinggalkan pendaki sebelumnya, kemudian membawanya turun agar tidak mencemari kawasan konservasi Gunung Merbabu.
Selain itu, peserta memasang sejumlah plang edukasi di titik-titik strategis jalur pendakian. Plang tersebut berisi ajakan agar para pendaki tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah anorganik yang sulit terurai dan berpotensi merusak ekosistem pegunungan.
Ketua Kafilah Penuntun Moh. Djazman UMS, Muhammad Azibsyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai-nilai Hizbul Wathan dalam membentuk kader yang tangguh sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan bahwa seorang pandu tidak hanya mampu menaklukkan medan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam yang menjadi ruang belajarnya. Pendakian ini menjadi sarana membangun karakter, kepedulian sosial, serta kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengabdian,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Ketua Panitia, Alzidan Candra, menjelaskan tema “Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi” dipilih untuk menghadirkan kegiatan alam yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, peserta tidak hanya menikmati keindahan Gunung Merbabu, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui aksi bersih jalur pendakian dan pemasangan plang edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan pegunungan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas pecinta alam untuk menjadikan aktivitas pendakian sebagai media edukasi sekaligus pelestarian lingkungan,” katanya.
Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh salah seorang peserta dari masyarakat umum, Hibatulloh Al Mubarok. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa mencintai alam tidak cukup hanya dengan menikmati keindahannya, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata menjaga kelestariannya.
“Melalui aksi membersihkan jalur pendakian Gunung Merbabu, saya merasakan bahwa tema ‘Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi’ bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam setiap langkah,” ungkapnya.
Menurut Hibatulloh, perjalanan itu mengajarkan bahwa keberhasilan mendaki tidak hanya diukur dari keberhasilan mencapai puncak, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian, disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap sesama serta lingkungan.
Melalui Giri Wana Education Trip to Merbabu, Hizbul Wathan UMS berharap dapat terus menghadirkan kegiatan yang memadukan pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan aksi konservasi lingkungan. Semangat “Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi” diharapkan menjadi inspirasi bagi para pendaki untuk menjaga kebersihan, menghormati alam, dan mewariskan kelestarian Gunung Merbabu kepada generasi mendatang. (*)
