SOLO, MENARA62.COM – Ada yang berbeda dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Senin (13/7/2026). Tidak hanya diisi penyambutan siswa baru dan penanaman nilai-nilai karakter, pembukaan MPLS tahun ini ditandai dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol kebebasan belajar, semangat meraih cita-cita, dan harapan lahirnya generasi berprestasi.
Pelepasan burung merpati dilakukan bersama oleh Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Gatot Suherman, S.Pd., dan Lurah Gajahan, Aditya Budi Kuswanto, S.STP.. Puluhan siswa baru tampak antusias menyaksikan burung-burung merpati terbang tinggi ke angkasa, menjadi simbol awal perjalanan mereka menempuh pendidikan di sekolah dasar.
Tradisi tersebut menjadi pembeda pelaksanaan MPLS tahun ini. Burung merpati dimaknai sebagai lambang kebebasan peserta didik untuk belajar, mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat, sekaligus memupuk semangat menggapai cita-cita setinggi mungkin. Simbol itu juga merepresentasikan harapan agar setiap siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan mampu berprestasi.
Selain seremoni pelepasan merpati, sekolah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik maupun nonakademik. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa baru, untuk terus mengembangkan potensi terbaiknya.
Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Gatot Suherman, menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi awal pembentukan karakter peserta didik.
Ia mengajak seluruh siswa baru untuk menjadikan tiga nilai utama sebagai bekal selama menempuh pendidikan, yakni disiplin, hormat, dan semangat belajar. Ketiga nilai tersebut diyakini menjadi fondasi lahirnya generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Lurah Gajahan, Aditya Budi Kuswanto, mengapresiasi penyelenggaraan MPLS yang dinilai berlangsung edukatif, ramah anak, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada SD Muhammadiyah 24 Surakarta yang telah melaksanakan MPLS tahun 2026 dengan baik. Semoga kegiatan ini memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita dan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya usai menghadiri pembukaan MPLS.
Aditya juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan MPLS agar berlangsung aman dan memberikan pengalaman belajar yang positif bagi peserta didik baru.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan sinergi antara orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah.
“Kami menghimbau agar orang tua, guru, dan pemerintah saling mendukung serta mengawasi anak-anak selama proses pembelajaran, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan kebersamaan, anak-anak akan tumbuh dan belajar dengan lebih baik,” katanya.
Kepada para siswa baru, Aditya berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan penuh semangat serta mematuhi arahan guru sebagai bekal memasuki lingkungan belajar yang baru.
Pelaksanaan MPLS di SD Muhammadiyah 24 Gajahan berlangsung dalam suasana hangat, menyenangkan, dan penuh semangat. Melalui simbol pelepasan burung merpati serta penanaman nilai-nilai karakter, sekolah berharap seluruh peserta didik baru memiliki keberanian bermimpi, semangat belajar tanpa batas, dan tekad untuk mengukir prestasi sejak hari pertama menginjakkan kaki di bangku sekolah. (*)

