YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Kemampuan menganalisis big data dan menerjemahkannya menjadi keputusan strategis merupakan kompetensi yang sangat penting bagi mahasiswa maupun profesional. Sebab era transformasi digital telah mengubah cara organisasi menjalankan proses bisnis.
Dr Drs Imam Djati Widodo, M Eng Sc, Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII mengungkapkan hal tersebut saat membuka workshop dengan tema ‘Strategi Pengambilan Keputusan Berbasis Data untuk Peningkatan Kinerja Industri.’ Workshop yang diikuti peserta sebanyak 25 orang dilaksanakan di Progam Studi Magister Teknik Industri (MTI), Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Sabtu (11/7/2026).
Imam Djati Widodo menjelaskan workshop tidak hanya diikuti mahasiswa Teknik Industri UII saja. Tetapi mereka juga berasal dari Prodi Teknik Industri Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas Proklamasi 45 (UP45) dan Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (UPGRI) Yogyakarta.
“Kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan dunia industri terhadap sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data,” kata Imam Djati Widodo.
Lebih lanjut Imam menjelaskan workshop ini menghadirkan nara sumber Adityanto Prayogo, Head of Division Human Capital Management PT PAL Indonesia, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Galangan Kapal. Praktisi ini sangat relevan untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan peserta dalam pengambilan keputusan.
“Kami ingin memperkuat wawasan dan keterampilan peserta agar tidak hanya memahami konsep pengambilan keputusan. Tetapi mereka juga mampu menerapkannya dalam menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan industri yang semakin kompleks dan dinamis,” harap Imam Djati Widodo.
Sementara Adityanto Prayogo mengatakan pengambilan keputusan yang didasarkan pada data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki calon profesional di era transformasi digital. Keputusan yang tepat tidak lagi mengandalkan intuisi. Tetapi perlu didukung oleh data, informasi, analisis, dan metode yang terstruktur agar mampu meningkatkan produktivitas, meminimalkan risiko, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Adityanto menjelaskan pengambilan keputusan berbasis data merupakan proses memilih alternatif terbaik berdasarkan fakta, analisis, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut membantu organisasi mengurangi ketidakpastian, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat daya saing di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis.
Lebih lanjut Adityanto menjelaskan ada empat tahapan utama dalam pengambilan keputusan berbasis data. Keempat tahapan adalah mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan dan mengolah data, menganalisis berbagai alternatif solusi, serta melakukan implementasi yang disertai evaluasi hasil. “Keberhasilan sebuah keputusan tidak hanya ditentukan oleh kualitas data, tetapi juga kemampuan organisasi dalam menginterpretasikan informasi menjadi langkah strategis,” kata Adityanto.
Adityanto juga membagikan berbagai metode umum digunakan dalam pengambilan keputusan. Di antaranya, Decision Tree, SWOT Analysis, Matriks Eisenhower, Matriks Ansoff, Business Model Canvas (BMC), hingga RACI Matrix. “Berbagai metode tersebut dapat dipilih sesuai karakteristik permasalahan, mulai dari penentuan prioritas pekerjaan, penyusunan strategi bisnis, pengembangan produk, hingga pengelolaan organisasi,” kata Adityanto.
Adityanto memberikan contoh simulasi penggunaan tahapan dan metode yang digunakan untuk memecahkan kasus nyata dari berbagai perusahaan. Kemudian peserta diminta menganalisis persoalan pada sektor industri, mengidentifikasi data yang dibutuhkan, memilih metode analisis yang tepat, kemudian menyusun rekomendasi keputusan yang dapat diterapkan. “Pendekatan ini memberikan pengalaman praktis mengenai bagaimana data dapat diolah menjadi dasar pengambilan keputusan yang efektif,” kata Adityanto. (*)

