SOLO, MENARA62.COM – Hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Ratusan peserta didik baru diajak mengenal berbagai satwa melalui kegiatan Mini Zoo bersama Komunitas Reptile Zona Solo (KREZS), Rabu (15/7/2026).
Kegiatan edukasi tersebut berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias menyaksikan sekaligus berinteraksi langsung dengan berbagai jenis reptil dan satwa eksotis yang dibawa tim KREZS. Selain menghibur, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian, rasa ingin tahu, sekaligus kecintaan anak terhadap satwa.
Edukator KREZS, Jodi, menjelaskan bahwa edukasi reptil rutin diberikan di SD Muhammadiyah 24 Gajahan setiap tahun sebagai upaya menghapus stigma negatif terhadap ular dan satwa reptil lainnya.
“Kami mengenalkan reptil, terutama ular yang tidak berbisa (non-venom), agar anak-anak tidak lagi memiliki ketakutan berlebihan. Selama ini banyak orang menganggap semua ular berbahaya, padahal tidak semuanya demikian. Melalui edukasi ini kami ingin mengubah pola pikir tersebut sejak dini,” ujarnya.
Menurut Jodi, kegiatan ini juga bermanfaat untuk menstimulasi perkembangan sensorik dan motorik anak. Dengan melihat, mengamati, hingga berinteraksi langsung dengan satwa, siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak didapatkan di dalam kelas.
Dalam mini zoo tersebut, KREZS menghadirkan beragam satwa, di antaranya python (ular piton), soa layar yang dikenal sebagai “dinosaurus mini” karena bentuk tubuhnya menyerupai reptil purba, iguana, burung hantu, sugar glider, hingga anak buaya muara (Crocodylus porosus).
Jodi menjelaskan bahwa seluruh satwa yang dibawa telah dipersiapkan untuk kegiatan edukasi. Beberapa merupakan hasil penangkaran sehingga aman diperkenalkan kepada anak-anak dengan pendampingan edukator.
Selain mengenalkan jenis-jenis satwa, tim KREZS juga memberikan penjelasan mengenai habitat, karakteristik, hingga pentingnya menjaga kelestarian fauna Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi sebagai negara di kawasan khatulistiwa.
“Kami berharap setiap tahun bisa terus hadir dengan membawa koleksi satwa yang lebih beragam sehingga wawasan anak-anak semakin luas tentang kekayaan fauna Indonesia,” tambahnya.
Penanggung Jawab MPLS SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Syamsudin, menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Reptile Zona Solo atas kontribusinya dalam memberikan edukasi yang menyenangkan kepada para peserta didik baru.
“Kami selaku panitia MPLS mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim KREZS Solo atas kesediaannya hadir memberikan edukasi dan pengenalan berbagai jenis reptil kepada anak-anak. Alhamdulillah kegiatan ini disambut sangat antusias oleh seluruh siswa,” katanya.
Ia menilai kegiatan mini zoo menjadi salah satu pembelajaran kontekstual yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta makhluk hidup.
“Semoga ilmu dan edukasi yang telah diberikan menjadi manfaat bagi peserta didik sekaligus menjadi amal kebaikan bagi seluruh Tim KREZS Solo,” imbuhnya.
Melalui kegiatan Mini Zoo dalam rangkaian MPLS, SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna. Edukasi satwa ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang berani, peduli terhadap alam, serta memiliki wawasan yang lebih luas tentang kekayaan biodiversitas Indonesia sejak usia dini. (*)

