SEMARANG, MENARA62.COM – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa salah satu target utama pemerintah di era kepemimpinan Prabowo Subianto yaitu mewujudkan swasembada pangan di mana salah satu dari komoditas bahan pokok yang paling banyak dibutuhkan adalah gula. Oleh karena itu konsolidasi dan harmonisasi tata kelola petani tebu menjadi bagian penting yang harus dilakukan untuk memastikan produksi gula nasional bisa melimpah dan surplus. Upaya ini juga akan diperkuat dengan dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan).
“Kegiatan hari ini merupakan bagian untuk menerjemahkan cita-cita besar tentang bagaimana Koperasi bisa membantu kegiatan di sektor kehidupan masyarakat khususnya di sektor pertanian, tanaman, pangan, dan perkebunan danlain-lainnya,” kata Menkop Ferry dalam acara Rembuk Petani Tebu Rakyat dalam Penguatan Ekosistem Industri Gula melalui Sinergi Koperasi, LPDB Koperasi dan PT PG (Pabrik Gula) Rajawali I di Semarang, Selasa (14/7).
Hadir dalam acara, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Anggota Komisi VI DPR RI Ma’ruf Mubarak, Anggota DPRD Jawa Tengah Suhartini, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto beserta jajaran, Direktur Utama PT PG Rajawali I Daniyanto, dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Margantha Mia Dewi Sopa.
Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa kemajuan industri tebu nasional tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga dari semakin sejahteranya petani. Melalui penguatan koperasi dan kolaborasi antara pemerintah, koperasi, serta dunia usaha, diharapkan koperasi tebu mampu menjadi motor penggerak sektor produksi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, panen tebu dari petani yang dikonsolidasikan oleh koperasi nantinya akan diserap oleh PT PG Rajawali I sehingga ada jaminan harga dan pasar bagi para petani. Dari sinilah diharapkan kesejahteraan koperasi bisa secara perlahan dapat diangkat.
Setelah diproses oleh PT PG Rajawali I menjadi gula konsumsi nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gula langsung ke pasar dan bahkan bisa didistribusikan melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah di Indonesia.
“Kita akan memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk mencarikan solusi terhadap kegiatan pertanian, tanaman pangan dan hortikultura dan sebagainya,” katanya
