PEKALONGAN, MENARA62.COM – Sesi Fireside Chat dalam Kopi Darat (KOPDAR) Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Pekalongan Raya 2026 menghadirkan nuansa berbeda. Tak sekadar menjadi forum diskusi, agenda yang digelar pada Ahad (12/7/2026) itu berkembang menjadi ajang business matching sekaligus unjuk potensi bisnis para pengusaha Muhammadiyah dari berbagai sektor.
Dikemas dalam suasana santai namun penuh substansi, Fireside Chat menghadirkan paparan praktik terbaik (best practices) dari belasan pelaku usaha. Berbagai presentasi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem bisnis Muhammadiyah di Pekalongan Raya terus berkembang, mulai dari sektor pangan, agribisnis, jasa profesional, teknologi digital, hingga manufaktur dan infrastruktur.
Pada sektor pangan dan agribisnis, sejumlah pelaku usaha memaparkan inovasi bisnisnya, di antaranya Susu Kambing Steril yang dikembangkan Slamet Priyono, PT Juara Roti Indonesia milik Ahmad Reza Kurnia Rahman, rantai pasok peternakan PT Gembala Satu Karya yang dipresentasikan Taufik Ihsanudin, Mekar Sari oleh Iskandar, serta El Chiken yang diinisiasi Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, sektor jasa profesional dan teknologi menghadirkan beragam solusi bisnis, mulai dari layanan pengendalian hama Lumiguard, jasa kebersihan komersial Pureclean.id, konsultan perizinan lingkungan PT Pranata Jagat Lestari, digitalisasi manajemen usaha melalui SNA Digital Agency, hingga layanan Toko Komputer.
Tak kalah menarik, sektor manufaktur, ritel, dan infrastruktur juga memperkenalkan berbagai produk dan layanan unggulan. Di antaranya bisnis logam mulia Silvermu.id dan Emasmu.co.id, layanan engineering PT MSJ Group Indonesia, Mebel Muncul Jaya, Playground, hingga percetakan Ide Bagus Digital Print.
Sekretariat SUMU menegaskan bahwa Fireside Chat merupakan inti dari pelaksanaan KOPDAR SUMU Pekalongan Raya. Forum tersebut sengaja dirancang untuk mengubah pola kegiatan organisasi dari sekadar seremonial menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan kerja sama nyata.
“Fireside Chat ini bukan sekadar sesi pelengkap, melainkan jantung utama dari KOPDAR SUMU itu sendiri. Kami ingin mengubah tradisi acara dari sekadar mendengarkan pidato seremonial, menjadi arena eksekusi riil. Di forum inilah para pengusaha membedah kapasitas bisnisnya dan secara pragmatis menemukan rekanan kolaborasi yang tepat,” ujar Sekretariat SUMU.
Konsep tersebut mendapat respons positif karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal kapasitas usaha, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas sektor.
Melalui Fireside Chat, KOPDAR SUMU Pekalongan Raya tidak hanya menjadi ajang bertukar kartu nama, tetapi juga menjadi wadah lahirnya sinergi bisnis yang konkret. Semangat kolaborasi antarpengusaha Muhammadiyah diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha yang profesional, inovatif, dan berdaya saing.
Dengan semakin terbukanya ruang kolaborasi, SUMU optimistis jejaring pengusaha Muhammadiyah akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi umat, sekaligus mendorong lahirnya berbagai peluang usaha baru di Pekalongan Raya maupun tingkat nasional. (*)

