PEKALONGAN, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan sukses menggelar KOPDAR SUMU Pekalongan Raya 2026 di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Ahad (12/7). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi pengusaha Muhammadiyah sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem industri yang berdaya saing.
Sekitar 150 pengusaha Muhammadiyah, pelaku UMKM, dan pegiat ekonomi dari wilayah Karesidenan Pekalongan Raya dan sekitarnya mengikuti forum yang dikemas sebagai ajang silaturahmi, konsolidasi, serta pertukaran gagasan untuk memperkuat ekonomi Persyarikatan.
Sekretaris PDM Kabupaten Pekalongan, Cahyono, M.Pd., mengatakan Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor ekonomi. Menurutnya, potensi tersebut akan semakin optimal apabila seluruh elemen mampu membangun sinergi yang kuat.
“Muhammadiyah memiliki potensi besar di bidang ekonomi. Potensi ini akan semakin kuat apabila seluruh elemen mampu bersinergi dan membangun ekosistem usaha yang saling mendukung,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM Jawa Tengah, Eko Pujiatmoko, menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi merupakan salah satu agenda strategis Muhammadiyah.
Ia menilai kolaborasi antarpelaku usaha menjadi kunci dalam membangun ekosistem industri yang produktif dan berkelanjutan.
“Kita perlu bergerak bersama membangun ekosistem industri yang produktif, sehingga pengusaha Muhammadiyah tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Dalam forum tersebut, peserta membahas pentingnya membangun ekosistem usaha Muhammadiyah yang saling terhubung, mulai dari pengusaha, amal usaha Muhammadiyah, perguruan tinggi, hingga lembaga keuangan. Integrasi berbagai elemen tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Selain memperkuat jejaring bisnis, peserta juga menyoroti pentingnya mendorong sektor produksi dan industri sebagai strategi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat kemandirian ekonomi umat. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah dalam menghadirkan kemajuan di bidang ekonomi, selain pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Pada sesi pemaparan materi, Ketua LP-UMKM PWM Jawa Tengah, Khafid Sirotudin, menyebut jejaring Muhammadiyah merupakan aset terbesar yang hingga kini belum terintegrasi secara optimal. Menurutnya, jaringan tersebut harus diubah menjadi kekuatan sosial sekaligus ekonomi bersama.
“Jika pengusaha Muhammadiyah saling terhubung secara terstruktur, kita akan mampu membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan kompetitif secara berkelanjutan,” paparnya.
Suasana KOPDAR semakin dinamis melalui sesi Fireside Chat yang menghadirkan diskusi interaktif antar peserta. Dalam sesi tersebut, para pengusaha berbagi pengalaman menjalankan bisnis sekaligus menjajaki peluang kerja sama melalui business matching. Forum ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai kolaborasi usaha baru di lingkungan Muhammadiyah.
Melalui KOPDAR Pekalongan Raya 2026, SUMU kembali menegaskan komitmennya membangun komunitas pengusaha Muhammadiyah yang solid, inovatif, dan berkemajuan. Ke depan, organisasi ini menargetkan perluasan jaringan keanggotaan untuk mempercepat kolaborasi para pelaku UMKM, profesional, dan pengusaha di berbagai daerah.
SUMU juga membuka registrasi dan pendataan anggota melalui portal resmi sumu.or.id/daftar serta layanan administrasi di 0821-3719-0263 guna memperluas jejaring ekonomi Muhammadiyah di tingkat nasional. (*)

