SOLO, MENARA62.COM – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui Workshop Implementasi Program Pengabdian Masyarakat (P2M) Menuju Cabang/Ranting Unggul, LP3A UMS mendorong lahirnya program pengabdian yang berdampak sekaligus memperkuat Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan.
Workshop yang digelar di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS Lantai 2, Rabu (15/7/2026), diikuti dosen, pengelola program pengabdian, serta perwakilan Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Kegiatan ini menjadi wadah penyusunan strategi pengabdian masyarakat yang berbasis kebutuhan riil masyarakat dan penguatan kelembagaan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
Kepala Bidang Pengembangan Persyarikatan LP3A UMS, Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., mengatakan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Program pengabdian tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan memperkuat peran Cabang maupun Ranting Muhammadiyah sebagai pusat dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Kuswaji, workshop ini dirancang untuk mendorong sivitas akademika dan mitra persyarikatan menyusun program pengabdian yang lebih terarah, inovatif, dan memiliki dampak yang terukur. Program-program tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara dosen, pimpinan Muhammadiyah, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi antara dosen, pimpinan persyarikatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya menyelesaikan persoalan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat,” tambahnya.
Selama workshop berlangsung, peserta mengikuti forum diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan model pengabdian masyarakat yang kolaboratif. Berbagai gagasan yang muncul diarahkan untuk memperkuat kapasitas Cabang dan Ranting Muhammadiyah agar semakin unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
LP3A UMS menilai keberhasilan program pengabdian tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat serta kontribusinya dalam memperkuat organisasi Muhammadiyah di tingkat lokal.
Melalui pendekatan tersebut, UMS berharap program pengabdian masyarakat menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian umat, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat dakwah Islam Berkemajuan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak dosen dan mitra persyarikatan yang mampu mengembangkan program pengabdian berbasis potensi lokal dengan mengedepankan nilai-nilai Islam Berkemajuan,” pungkas Kuswaji.
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen UMS untuk terus menghadirkan pengabdian masyarakat yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata. Sinergi antara perguruan tinggi dan Persyarikatan Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan Cabang dan Ranting Muhammadiyah yang unggul, mandiri, serta menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat di berbagai daerah. (*)
