BOYOLALI, MENARA62.COM – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi terus memperkuat pembentukan karakter santri melalui kegiatan Pekan Ta’aruf Manafi’ul ‘Ulum (PETAMU) 2026. Memasuki hari keempat, para santri baru mendapatkan pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) serta pencegahan kenakalan remaja dari Polsek Sambi, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB tersebut dipandu Ketua Panitia PETAMU, Ustadzah Emi, dengan menghadirkan narasumber Aipda Eko Santoso dari Polsek Sambi.
Dalam pemaparannya, Aipda Eko menjelaskan berbagai jenis NAPZA, dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan dan masa depan, serta konsekuensi hukum yang dapat menjerat para pelaku. Selain itu, para santri juga dibekali pemahaman mengenai berbagai persoalan sosial yang kerap dihadapi remaja, seperti pergaulan bebas, tawuran, kenakalan remaja, hingga pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Materi disampaikan secara komunikatif melalui sejumlah studi kasus sehingga para santri lebih mudah memahami risiko penyalahgunaan NAPZA dan berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, santri diajak menyadari bahwa menjauhi NAPZA dan menjaga pergaulan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga diri sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Mudir Ponpes Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum, Ust. Pujiono, mengapresiasi sinergi antara pesantren dan Polsek Sambi dalam memberikan edukasi kepada para santri sejak awal masa pengenalan lingkungan pesantren.
“Kami berharap para santri memiliki benteng akidah, akhlak, dan pengetahuan sehingga mampu berkata tidak terhadap NAPZA serta menghindari segala bentuk kenakalan remaja. Santri harus menjadi teladan di tengah masyarakat, berprestasi, dan menjaga nama baik pesantren,” ujarnya.
Menurut Pujiono, pendidikan karakter di pesantren tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran agama, tetapi juga dengan membekali santri kemampuan menghadapi tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu rangkaian PETAMU 2026 yang dirancang untuk membentuk santri baru yang berkarakter Islami, disiplin, berwawasan luas, serta memiliki kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Ponpes Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu keislaman, tetapi juga memiliki ketahanan moral, mampu menjauhi penyalahgunaan NAPZA, serta menjadi teladan di lingkungan masyarakat. (*)

