JAKARTA, MENARA62.COM
Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penanganan Kedaruratan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan/atau Limbah B3 di Kantor PP ‘Aisyiyah, Jakarta, Kamis (16/7).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan simbolis bantuan dari KLH berupa empat unit kendaraan motor angkut (Viar), lima unit komposter, dan lima unit tempat sampah terpilah untuk medukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Putri Zulkifli Hasan; Direktur Penanganan Sampah, Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Melda Mardalina; Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto; Koordinator Kelompok Kerja TPA, Sanitary Landfill, dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Kementerian Lingkungan Hidup, Andina Novita; serta Anggota Pimpinan Majelis dan Lembaga PP ‘Aisyiyah, LLHPB PWA Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, PDA se-Jabodetabek, serta PCA Sawangan.
Dalam sambutannya, Ketua PP ‘Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan hidup merupakan bagian dari ikhtiar dakwah dan kemanusiaan yang menjadi karakter gerakan ‘Aisyiyah. Melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) ‘Aisyiyah, ‘Aisyiyah terus mengembangkan berbagai inisiatif pelestarian lingkungan, mulai dari penanaman pohon, pengurangan sampah, hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kebencanaan dan perubahan iklim.
“Kami memandang kolaborasi dengan pemerintah merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup agar gerakan pelestarian lingkungan dapat menjangkau lebih banyak komunitas dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Prof. Masyitoh.
Direktur Penanganan Sampah KLH, Melda Mardalina, menjelaskan bahwa Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari, dengan sebagian besar masih berakhir di TPST Bantargebang tanpa melalui proses pemilahan. Menurutnya, persoalan tersebut hanya dapat diatasi apabila masyarakat mulai memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Lebih dari separuh timbulan sampah berasal dari sisa makanan dan sampah dapur. Karena itu, pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah menjadi langkah paling mendasar untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir. Sampah yang dipilah dengan baik tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah dan mitra pengelola,” kata Melda.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto, menambahkan bahwa tantangan pengelolaan sampah di Jakarta semakin besar sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga. Sementara itu, Andina Novita menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dengan membiasakan berpikir sebelum membeli, mempertimbangkan manfaat barang yang dibeli, serta memikirkan pengelolaannya setelah digunakan sebagai langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi PAN, Putri Zulkifli Hasan, mengingatkan bahwa limbah B3 juga banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga sehingga edukasi mengenai pemilahan sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
“Saya berharap ‘Aisyiyah dapat menjadi pelopor gerakan sedekah sampah. Mari kita mulai dari rumah, mengajak keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar untuk memilah sampah. Selain menjaga lingkungan, langkah sederhana ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi amal kebaikan,” ujar Putri.
Bantuan yang diserahkan KLH diharapkan dapat memperkuat praktik pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah organik, serta pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan ‘Aisyiyah.
Melalui kegiatan ini, PP ‘Aisyiyah bersama Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun budaya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
PP ‘Aisyiyah dan KLH Perkuat Pengelolaan Limbah B3, Serahkan Bantuan Sarana Pengelolaan Sampah
- Advertisement -

