34.3 C
Jakarta

Mahasiswa UMS Latih Difabel Kelola Vermikompos untuk Terapi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memanfaatkan vermikompos sebagai media edukasi lingkungan sekaligus sarana penguatan psikologis bagi penyandang disabilitas. Program tersebut diawali melalui kegiatan Pelatihan Vermikompos 1 di Sanggar Komunitas Karya Manunggal, Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.

 

Pelatihan menjadi tahapan awal dari rangkaian pendampingan yang dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai pembuatan vermikompos sebelum memasuki sesi praktik di lapangan.

 

Dalam pelatihan, mahasiswa memperkenalkan konsep vermikompos, yakni metode pengolahan pupuk organik menggunakan cacing tanah, seperti Eisenia fetida dan Lumbricus rubellus, untuk menguraikan limbah organik menjadi pupuk yang kaya nutrisi bagi tanaman.

 

Tak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, metode ini juga dikenalkan sebagai bagian dari horticultural therapy atau terapi hortikultura. Aktivitas berinteraksi dengan tanah, merawat makhluk hidup, dan menyaksikan proses pertumbuhan tanaman dinilai mampu membantu menurunkan tingkat stres, melatih kemampuan motorik halus, serta meningkatkan rasa percaya diri dan pencapaian bagi penyandang disabilitas mental.

 

Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, mengatakan pemberian materi teori menjadi fondasi penting agar peserta memahami setiap tahapan sebelum melakukan praktik.

 

“Pelatihan teori ini adalah langkah awal yang krusial. Kami mengenalkan media vermikompos bukan sekadar sebagai materi lingkungan, melainkan sebagai instrumen terapi yang ramah dan mudah dipahami. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki gambaran yang matang mengenai jenis pakan cacing, kelembapan media, hingga cara menjaga suhu sarang sebelum mereka melakukan praktik langsung,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

 

Pelatihan yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) itu dirancang dengan pendekatan yang adaptif. Menyadari karakteristik peserta penyandang disabilitas mental dan fisik yang beragam, tim HealSpace menyisipkan berbagai sesi ice breaking, permainan konsentrasi, dan senam motorik sederhana agar suasana belajar tetap menyenangkan.

 

Pendekatan tersebut berhasil menciptakan interaksi yang hangat dan inklusif antara mahasiswa dengan peserta. Selain menjaga konsentrasi, kegiatan rekreatif itu juga mempererat hubungan emosional selama proses pembelajaran berlangsung.

 

Sebanyak 20 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara merawat cacing tanah, memilih media yang tepat, hingga pemanfaatan vermikompos untuk tanaman di lingkungan sekitar sanggar.

 

Dosen pembimbing PKM-PM HealSpace UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., mengapresiasi pendekatan yang diterapkan mahasiswa. Menurutnya, perpaduan antara materi ilmiah yang disampaikan secara bertahap dengan metode pembelajaran yang menyenangkan merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta tanpa menimbulkan tekanan psikologis.

 

Program ini akan berlanjut pada tahap praktik pembuatan vermikompos. Mahasiswa akan mendampingi peserta menyiapkan wadah, mencampurkan media tumbuh, hingga melepas cacing tanah sebagai langkah awal produksi pupuk organik di rumah Ibu Yani, salah seorang orang tua penyandang disabilitas.

 

Melalui program HealSpace, mahasiswa UMS berharap vermikompos tidak hanya menjadi solusi pengelolaan limbah organik, tetapi juga menjadi media terapi yang mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis, kemandirian, dan kualitas hidup penyandang disabilitas melalui aktivitas yang produktif dan ramah lingkungan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!