SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo mengajak orang tua menjadi mitra strategis dalam membentuk generasi berkarakter, unggul, dan berdaya saing global. Ajakan tersebut disampaikan dalam sosialisasi program sekolah tahun ajaran 2026/2027 bertema “Growing Together, Achieving Excellence: Bersama Orang Tua Membangun Generasi Berkemajuan, Berakhlak Mulia, dan Mendunia”, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang diikuti wali murid baru kelas 1 hingga siswa pindahan kelas 6 itu juga dihadiri Pengawas Gugus II RA Kartini, Issufiyah Dwi Nuryati, serta Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Kota Surakarta, Harminto.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menegaskan sekolah bukan sekadar tempat anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Menurutnya, sekolah juga menjadi ruang pembentukan karakter, akhlak, kepemimpinan, dan kecakapan hidup untuk menghadapi masa depan.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk menjadi mitra terbaik dalam perjalanan mulia ini. Tumbuh bersama meraih keunggulan,” ujar Sri Sayekti.
Ia mengatakan setiap anak merupakan amanah Allah yang memiliki potensi luar biasa. Karena itu, tugas sekolah dan orang tua bukan membandingkan anak dengan orang lain, melainkan membantu mereka berkembang menjadi versi terbaik dirinya.
“Ketika sekolah dan orang tua berjalan bergandengan tangan, lahirlah generasi yang beriman, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.
Sri Sayekti menjelaskan, SD Muhammadiyah 1 Solo yang berlokasi di Jalan Kartini No. 1, Ketelan, Surakarta, memiliki visi mencetak peserta didik yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, bernalar kritis, kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berwawasan global, serta peduli terhadap lingkungan.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan orang tua merupakan amanah besar yang dijaga oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
Sekolah juga menawarkan sejumlah program unggulan, di antaranya sebagai Sekolah Model, penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), kantin sehat, pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI), literasi digital, serta penguatan karakter dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan.
Tak hanya fokus pada akademik, SD Muhammadiyah 1 Solo juga menetapkan standar kompetensi lulusan yang mencakup hafalan Juz 30 sesuai target jenjang, akhlakul karimah, kedisiplinan beribadah, kemandirian, kemampuan kepemimpinan, penguasaan teknologi, hingga kemampuan berbahasa Inggris dasar.
Sri Sayekti menegaskan keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga.
“Anak hebat lahir dari orang tua yang terlibat. Karena itu, kami terus membangun sinergi agar setiap anak memperoleh pendampingan terbaik, baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.
Ia menambahkan, peserta didik dinyatakan lulus apabila telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memenuhi target program Ismuba, termasuk salat dan mengaji, memiliki sikap minimal berkategori baik, mengikuti Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ), serta mencapai nilai rata-rata minimal 80 yang ditetapkan melalui rapat pleno dewan guru dan kepala sekolah.
Melalui kolaborasi yang semakin erat dengan orang tua, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap mampu mencetak generasi Muhammadiyah yang unggul dalam akademik, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)


