31.3 C
Jakarta

Keberhasilan KDKMP Berada di Tangan Para Calon Manager

Baca Juga:

CIMAHI, MENARA62.COM – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam pembukaan acara program pelatihan dan sertifikasi bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia, kemarin Kamis (17/7) di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, mengatakan, keberhasilan KDKMP berada di tangan para calon manajer yang menjadi ujung tombak operasional di lapangan.

“Apa yang kami rintis hari ini harus diteruskan. Dalam perjalanannya tentu akan ada tantangan dan hambatan, tetapi tujuan besar perjuangan ini harus mampu melampaui semua tantangan tersebut. Karena itu, jangan mudah menyerah dan tetap fokus pada misi besar membangun ekonomi desa melalui koperasi,” ujarnya penuh semangat.

Menkop menambahkan, selain membekali peserta dengan semangat bela negara, disiplin, tata kelola koperasi, dan manajemen keuangan, pemerintah juga memperkuat kemampuan soft skills, terutama komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi dengan pengurus, pengawas, dan masyarakat desa.

“Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Menkop.

Menkop menekankan bahwa para manajer yang lulus dari pelatihan ini harus memiliki standar profesionalisme yang tinggi. Pasalnya, KDKMP akan memegang peran strategis sebagai pengelola distribusi barang bersubsidi, penyedia layanan keuangan mikro, hingga agregator produk UMKM lokal.

“Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini,” tambah Menkop.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari menjelaskan program penguatan kompetensi ini diikuti puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, enam puluh (60) satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, para calon manajer akan mengikuti pelatihan intensif selama 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skill, hingga penguatan kepemimpinan. “Selain itu pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional,” jelas Destry.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!