29.1 C
Jakarta

PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Canangkan Pekan Bahasa Asing

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Canden, Sambi, Boyolali resmi mencanangkan Program Pekan Bahasa sebagai gerakan membudayakan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan pesantren. Program ini diharapkan mampu membentuk santri yang percaya diri, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan global.

 

Pencanangan program diputuskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Unit yang berlangsung di Kantor PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Senin (20/7/2026).

 

Rakor dipimpin langsung oleh Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Ust. Pujiono, S.Si., M.M., serta dihadiri Kepala SMP Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Ust. Ahmad Yasin, M.Pd., Kepala SMA Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Ari Rosmawati, Wakil Direktur Ponpes Ust. Suradi, dan jajaran pimpinan unit lainnya.

 

Program Pekan Bahasa dirancang sebagai langkah strategis untuk membangun budaya berbahasa asing secara bertahap dan berkelanjutan. Melalui program ini, santri, ustaz, dan ustazah dibiasakan menggunakan bahasa Inggris maupun bahasa Arab dalam aktivitas komunikasi sehari-hari di lingkungan pesantren.

 

Dalam pelaksanaannya, penggunaan bahasa dilakukan secara bergantian. Pekan ganjil dikhususkan menggunakan bahasa Inggris, sedangkan pekan genap menggunakan bahasa Arab. Seluruh santri dan guru juga diwajibkan membawa Buku Kosakata Gontor (Vocabs Gontor) sebagai bahan belajar, menghafal, sekaligus mempraktikkan kosakata dalam percakapan harian.

 

Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Ust. Pujiono, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi bekal penting bagi santri untuk menghadapi perkembangan zaman sekaligus memperluas wawasan keilmuan.

 

“Bahasa adalah jendela dunia. Santri harus berani memulai, berani berbicara, dan tidak takut salah. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang terpenting adalah terus mencoba hingga menjadi kebiasaan,” ujarnya.

 

Menurutnya, keberanian untuk berbicara menjadi kunci utama dalam proses belajar bahasa. Karena itu, pesantren ingin menciptakan lingkungan yang mendukung santri agar terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa asing tanpa rasa takut melakukan kesalahan.

 

Sementara itu, Wakil Direktur PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Ust. Suradi, memberikan motivasi kepada seluruh peserta Rakor dengan kalimat yang kemudian ditetapkan sebagai slogan Program Pekan Bahasa.

 

“This year we will become fluent in English. No excuses, no delays.”

 

Slogan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh warga pesantren untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa melalui praktik yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui Program Pekan Bahasa, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum menargetkan lahirnya budaya komunikasi yang aktif, disiplin, dan percaya diri. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris, program ini juga diproyeksikan menjadi bekal santri dalam berdakwah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta beradaptasi di tengah pergaulan global.

 

Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum optimistis mampu mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kompetensi bahasa asing yang kuat untuk menjawab tantangan dunia internasional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!