32.8 C
Jakarta

Zulkifli Hasan Ajak Umat Islam Perkuat Kedaulatan Pangan sebagai Kehormatan Bangsa

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak umat Islam untuk bersama-sama memperkuat kedaulatan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga kehormatan dan kemandirian bangsa.

Menurutnya, kedaulatan pangan bukan semata persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kehormatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta kemandirian masyarakat dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

“Oleh karena itu, kita harus swasembada. Karena swasembada itu kehormatan petani, kehormatan keluarga kita, saudara kita. Mayoritas rakyat Indonesia itu ada di desa,” ujar Zulkifli saat menjadi pembicara pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Dalam paparannya, Zulkifli menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor berbagai komoditas pangan yang dinilai berdampak pada rendahnya manfaat ekonomi yang diterima petani dalam negeri.

Menurutnya, kondisi tersebut turut menyebabkan banyak petani kehilangan lahan dan beralih menjadi buruh tani akibat kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada sektor pertanian.

“Artinya, petani kita nggak menikmati apa-apa, yang menikmati sana. Tapi di pasar bebas, yang penting kamu punya uang, beli. Nggak penting suasana, nggak penting harus berdaulat,” ujarnya.

Zulkifli menegaskan, perubahan kebijakan pemerintah saat ini diarahkan untuk mengembalikan keberpihakan kepada petani. Langkah tersebut dilakukan melalui perbaikan harga gabah, kemudahan akses pupuk, serta berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

“Harga gabah kita naikkan, pupuk yang rumit kita permudah. Segala yang menyangkut petani, kita berpihak dulu sama mereka,” katanya.

Ia menyebut, hasil dari kebijakan tersebut mulai terlihat. Zulkifli mengungkapkan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras pada 2025 dan bahkan mencatat surplus produksi.

“Tahun 2024 kita impor beras 4,5 juta ton, 2025 nggak impor lagi. Kita surplus 4,2 juta ton,” ungkapnya.

Di hadapan para ulama, cendekiawan, dan tokoh umat Islam, Zulkifli menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar target ekonomi, tetapi juga menyangkut martabat dan kedaulatan bangsa.

Melalui forum KUII VIII, Zulkifli berharap umat Islam tidak hanya membahas perbedaan, tetapi juga turut memikirkan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, khususnya petani dan nelayan.

Menurutnya, perhatian terhadap sektor pangan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat.

“Tidak ada negara lain yang mau menolong Indonesia. Yang bisa membantu kita, yang bisa menolong kita, ya kita sendiri,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!