BOYOLALI, MENARA62.COM – Menjadi orang tua yang hebat tidak harus selalu sempurna. Yang lebih dibutuhkan anak adalah kehadiran, kasih sayang, keteladanan, serta pendampingan dalam setiap proses tumbuh kembangnya.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan motivasi bertajuk “Belajar Menjadi Orang Tua Hebat” yang disampaikan Nasrul Harahab, S.Pd.I., Gr., M.Pd. pada acara Awwalussanah dan Orientasi Madrasah MI Muhammadiyah Miri Guli, Nogosari, Boyolali, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam The Cooperative Meeting Wali Murid itu diikuti seluruh orang tua peserta didik, dewan guru, dan jajaran pimpinan madrasah sebagai langkah awal menyamakan visi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Dalam paparannya, Nasrul menegaskan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik. Pola asuh di rumah, komunikasi yang baik, perhatian orang tua, serta keteladanan menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
“Menjadi orang tua hebat bukan berarti harus menjadi orang tua yang sempurna. Orang tua hebat adalah mereka yang terus belajar, hadir dengan kasih sayang, memberikan teladan, dan menjadi pendengar terbaik bagi anak-anaknya,” ujarnya.
Menurutnya, anak tidak membutuhkan sosok yang selalu merasa paling benar. Sebaliknya, mereka membutuhkan orang tua yang mau mendengarkan, memahami perasaan anak, serta mendampingi proses belajar dengan cinta, kesabaran, dan doa.
Nasrul juga mengajak para wali murid membangun komunikasi positif di rumah dengan memberikan apresiasi atas setiap usaha yang dilakukan anak, bukan hanya berorientasi pada hasil akhir. Penghargaan sederhana, menurutnya, mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus meningkatkan motivasi belajar.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membiasakan ibadah sejak usia dini serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Kebiasaan tersebut diyakini mampu membentuk pribadi anak yang mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, serta berakhlakul karimah.
“Madrasah dan orang tua adalah dua sayap yang akan menerbangkan masa depan anak. Ketika keduanya berjalan seirama, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat imannya, mulia akhlaknya, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Materi yang disampaikan mendapat sambutan antusias dari para wali murid. Mereka aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan pengasuhan, mulai dari pendidikan karakter, penggunaan gawai, hingga strategi mendampingi anak belajar di era digital.
Pada kesempatan tersebut, pihak MI Muhammadiyah Miri juga memaparkan program pembelajaran, pembiasaan ibadah, budaya disiplin, serta target capaian akademik dan nonakademik selama Tahun Pelajaran 2026/2027. Pemaparan ini bertujuan agar orang tua memahami arah pendidikan yang akan dijalankan madrasah.
Pihak madrasah menegaskan bahwa pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan besar dalam membentuk karakter, kebiasaan, dan nilai-nilai kehidupan anak.
Melalui kegiatan Awwalussanah ini, MI Muhammadiyah Miri berharap terjalin komunikasi yang terbuka, saling percaya, dan saling mendukung antara guru dan orang tua. Sinergi tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar agar seluruh proses pendidikan di MI Muhammadiyah Miri pada Tahun Pelajaran 2026/2027 berjalan lancar, membawa manfaat, serta mendapat keberkahan dan rida Allah SWT. (*)

