SOLO, MENARA62.COM — Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menutup rangkaian Nursing Summer Course 2026 melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa Posyandu Lansia di Desa Jetis, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa internasional UMS untuk mendapatkan pengalaman langsung mengenai praktik keperawatan komunitas di tengah masyarakat. Mereka terlibat bersama dosen pendamping dan kader Posyandu dalam pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.
Sebelum turun ke masyarakat, para peserta telah mendapatkan pembekalan, khususnya mengenai pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol. Selanjutnya, mahasiswa internasional bersama dosen pendamping, Wachidah Yuniar, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom., dan tim menuju lokasi Posyandu Lansia di Desa Jetis.
Sebanyak 22 lansia mengikuti skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar pemberian edukasi kesehatan kepada para lansia. Wachidah menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap dalam batas normal melalui pola hidup sehat.
Para lansia mendapatkan informasi mengenai makanan yang dianjurkan maupun yang perlu dibatasi, seperti makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol, garam, dan makanan olahan. Sebaliknya, mereka didorong memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian, serta sumber protein rendah lemak.
Wachidah mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman teknis kepada mahasiswa, tetapi juga memperkenalkan aspek sosial dalam praktik keperawatan komunitas.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan edukasi kepada lansia, tetapi juga belajar membangun komunikasi, kepedulian, serta kerja sama dengan kader dan masyarakat,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Menurut dia, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memberikan pelayanan keperawatan komunitas yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Edukasi Kesehatan hingga Kerajinan Tangan
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Peserta juga mengikuti health promotion berdasarkan hasil pemeriksaan asam urat dan kolesterol masing-masing lansia.
Edukasi diberikan secara lebih personal sehingga informasi yang diterima peserta dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran lansia untuk menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana kegiatan semakin cair ketika mahasiswa internasional dan para lansia mengikuti terapi aktivitas kelompok. Mereka membuat kerajinan tangan dari kaleng bekas yang dililit tali rami dan dihiasi bunga dekoratif.
Aktivitas kreatif tersebut dirancang untuk melatih koordinasi gerak tangan, meningkatkan fokus dan kesabaran, sekaligus menjadi sarana mengurangi kecemasan melalui kegiatan yang menyenangkan.
Mayoritas peserta lansia yang merupakan perempuan tampak antusias mengikuti kegiatan. Dengan pendampingan kader Posyandu, mereka menghasilkan berbagai karya, mulai dari tempat peralatan dapur, tempat sisir, hingga hiasan sederhana.
Mahasiswa Internasional Belajar Kehangatan Komunitas
Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa internasional UMS, yakni Lam, Bara, Shahadu, dan Layla. Mereka terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan sekaligus berinteraksi dengan para lansia.
Bagi mahasiswa, interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik keperawatan komunitas sekaligus mengenal karakter pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di Indonesia.
Lam mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari pola pelayanan kesehatan yang dilakukan secara berkelompok.
“Menurut saya, sangat baik jika intervensi kesehatan seperti ini dilakukan dalam bentuk kelompok. Kegiatan seperti ini dapat membantu membangun kepercayaan dan mempererat hubungan antara perawat dan klien, sekaligus menciptakan hubungan yang lebih dekat antarpeserta,” katanya.
Mahasiswa asal Hong Kong tersebut juga mengapresiasi kehangatan yang dirasakan selama mengikuti kegiatan bersama masyarakat.
Ia membandingkannya dengan pengalaman di Hong Kong, yang menurutnya memiliki hubungan antarmanusia yang cenderung tidak terlalu dekat.
“Saya sangat menyukai kehangatan dan rasa kebersamaan yang terasa dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Melalui Posyandu Lansia di Desa Jetis, rangkaian Nursing Summer Course 2026 UMS ditutup dengan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan klinis.
Mahasiswa internasional juga diajak memahami bahwa keperawatan komunitas membutuhkan kepedulian, komunikasi, kerja sama, dan kebersamaan dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pengalaman internasional mahasiswa dalam memahami praktik keperawatan berbasis komunitas di Indonesia. (*)

