36.5 C
Jakarta

118 Mahasiswa Baru UMS Raih Beasiswa, Siap Berkontribusi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Sebanyak 118 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa sebagai bentuk komitmen untuk mengembangkan potensi sekaligus memberikan kontribusi bagi kampus dan masyarakat.

 

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Seminar Lantai 7, Gedung Induk Siti Walidah UMS, Kamis (13/8/2026). Para penerima beasiswa merupakan mahasiswa yang lolos seleksi dari total 2.116 pelamar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Sebanyak 118 mahasiswa tersebut berasal dari 18 provinsi, mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur. Mereka menerima berbagai skema beasiswa yang disediakan UMS.

 

Rinciannya, Beasiswa Hafidz Al-Qur’an (BHA) diberikan kepada 31 mahasiswa, Beasiswa Kiai Haji Ahmad Dahlan (BKAD) 33 mahasiswa, Beasiswa Prestasi (BP) 7 mahasiswa, Beasiswa Tunas Unggul Muhammadiyah dan Daerah (BTUMD) 19 mahasiswa, Beasiswa Unggulan UMS (BU-UMS) 7 mahasiswa, serta Online Scholarship Competition (OSC) 21 mahasiswa.

 

Rektor UMS: Beasiswa Adalah Amanah

 

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil memperoleh beasiswa. Ia menilai kesempatan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

 

Dari ribuan mahasiswa yang mendaftar, hanya sebagian yang berhasil lolos sebagai penerima. Karena itu, Harun meminta mahasiswa meneruskan kesempatan tersebut melalui kontribusi dan kebaikan.

 

“Atas nama universitas kami ucapkan selamat. Dari 2.116 pelamar beasiswa, yang lolos adalah 118 mahasiswa. Tugas kalian adalah menebarkan kebaikan,” tuturnya.

 

Harun juga mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan peran orang tua di balik keberhasilan memperoleh beasiswa. Menurut dia, menjaga hubungan baik dan menghormati orang tua menjadi bagian penting dari rasa syukur.

 

“Kalian semua menerima beasiswa karena ridha Allah, dan keridhaan Allah datang dari keridhaan orang tua. Maka wajib bagi kalian semua menghormatinya,” jelasnya.

 

Ia menegaskan penerima beasiswa harus memiliki komitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi UMS.

 

“Penerima beasiswa harus genuine, berkomitmen, dan harus berkontribusi untuk UMS,” tegas Harun.

 

Mahasiswa Didorong Aktif di Luar Akademik

 

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mengatakan penandatanganan MoU akan dilanjutkan dengan pakta integritas. Menurutnya, pakta tersebut tidak semestinya dipandang sebagai beban, tetapi sebagai motivasi untuk berkembang sekaligus menjaga kepercayaan yang diberikan universitas.

 

Ihwan mendorong penerima beasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik. Mahasiswa juga perlu aktif mengikuti organisasi, kepanitiaan, seminar, pengembangan life skill, maupun berbagai kegiatan prestasi.

 

“Jadilah orang baik, baik secara akademik maupun baik secara karakter,” pesannya.

 

Ia juga meminta mahasiswa mulai menentukan arah pengembangan diri sejak awal perkuliahan.

 

“Tanamkan pada diri kalian semua pertanyaan, saya harus jadi apa dan bagaimana saya melakukannya,” ungkap Ihwan.

 

Menurutnya, kesadaran menentukan tujuan dan strategi sejak awal akan membantu mahasiswa memaksimalkan masa studinya di UMS.

 

UMS Pantau Perkembangan Penerima Beasiswa

 

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., mengatakan universitas akan terus memantau perkembangan mahasiswa penerima beasiswa.

 

Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi sekaligus mengembangkan talenta yang dimiliki para mahasiswa selama menjalani pendidikan.

 

“Dari seluruh penerima beasiswa akan terus dipantau oleh universitas untuk mengembangkan talenta-talenta yang ada,” ujarnya.

 

Triyono berharap para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dan mampu memberikan dampak positif bagi keluarga, universitas, maupun masyarakat.

 

“Semoga kesempatan ini Anda gunakan sebaik-baiknya. Berilah kontribusi terbaik bagi keluarga, universitas, dan masyarakat,” tambahnya.

 

Penandatanganan MoU kemudian dilakukan antara UMS dan mahasiswa penerima beasiswa. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya komitmen mahasiswa dalam menjalankan kewajiban sebagai penerima beasiswa sekaligus mengembangkan potensi selama menempuh pendidikan.

 

Beasiswa Jadi Motivasi Mahasiswa

 

Salah satu penerima Beasiswa Hafidz Al-Qur’an (BHA), Garneta Felicia Furaida, calon mahasiswa Program Studi Keperawatan UMS, mengaku bahagia setelah dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.

 

Menurut Garneta, beasiswa tersebut tidak hanya membantu meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan selama kuliah.

 

“Saya sangat senang menerima beasiswa di UMS ini karena mau meringankan orang tua. Saya juga ingin membanggakan orang tua dengan mendapatkan beasiswa ini. Selain meringankan, saya juga merasa termotivasi untuk lebih berkembang dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

 

Dengan penerima yang datang dari berbagai daerah, program beasiswa UMS sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi serta mendorong mereka tumbuh menjadi sumber daya manusia yang mampu memberi manfaat lebih luas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!